Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
BUKITTINGGI – Manajemen Rumah Sakit Dr. Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait prosedur pengadaan darah bagi pasien kritis. Dalam keterangan resminya pada Senin (18/5/2026), Direktur RSAM Bukittinggi, drg. Busril, MPH, memaparkan tata laksana Standard Operating Procedure (SOP) rumah sakit, integrasi penjaminan BPJS, hingga langkah evaluasi internal demi pelayanan yang lebih humanis.
Prioritas Keselamatan Pasien dan Jalur Cepat (Fast-Track)
Menjawab kekhawatiran terkait birokrasi yang dinilai panjang saat kondisi darurat, drg. Busril menegaskan bahwa RSAM menerapkan prinsip life-saving (penyelamatan jiwa) sebagai prioritas utama. Ketika stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) rumah sakit kosong, pasien gawat darurat akan langsung diarahkan ke PMI melalui mekanisme khusus berbasis Memorandum of Understanding (MoU) yang telah terjalin. Langkah ini dirancang sebagai jalur cepat agar penanganan medis tetap berjalan paralel tanpa hambatan administrasi.
Transparansi Biaya dan Integrasi Sistem Penjaminan
Terkait isu kewajiban uang jaminan tunai di awal sebelum paklaring BPJS terbit, manajemen meluruskan bahwa seluruh pelayanan darah bagi pasien JKN telah ter-cover secara sistemik melalui kontribusi tahunan rumah sakit ke PMI. Berdasarkan data riil, suplai darah dari PMI ke RSAM tercatat sebanyak 7.652 kantong pada tahun 2024, 4.031 kantong pada 2025, dan 318 kantong pada tahun berjalan 2026. Data ini membuktikan alur pemenuhan kebutuhan darah berjalan konstan tanpa membebani keuangan keluarga pasien.
Secara kalkulasi operasional, biaya pengolahan darah berkisar antara Rp300.000 hingga Rp350.000. Setelah melalui proses skrining ketat, penyediaan kantong, hingga pengemasan standar tinggi, RSAM menetapkan tarif Rp490.000 sesuai RSOP, yang mana bagi pasien BPJS, biaya ini sepenuhnya masuk ke dalam skema penjaminan.
Standardisasi Kualitas dan Gerakan Jemput Bola
Menuju rumah sakit berstandar internasional, RSAM menekankan bahwa orientasi pelayanan darah murni didasarkan pada kualitas mutu (quality oriented), bukan untung-rugi. Saat ini, UTD RSAM telah dilengkapi teknologi mutakhir yang dikelola oleh dokter spesialis dan tenaga ahli kompeten untuk memastikan darah bebas dari infeksi menular seperti Hepatitis dan HIV.
Selain itu, guna menjaga stabilitas stok secara mandiri, RSAM aktif melakukan aksi jemput bola dengan mendatangi sekolah, instansi pemerintah, perhotelan, hingga sektor perbankan di Kota Bukittinggi demi menjaring para pendonor sukarela.
Evaluasi Internal Komunikasi Humanis dan Perang Terhadap Calo
Menyikapi adanya miskomunikasi yang memicu kepanikan keluarga pasien, manajemen RSAM mengumumkan tiga langkah strategis:
Peningkatan Kompetensi Komunikasi Manajemen akan mengintensifkan pelatihan komunikasi terapeutik bagi petugas medis di garda terdepan agar penyampaian informasi kritis dapat dilakukan secara sejuk, jelas, dan humanis.
Transparansi Informasi Publik RSAM akan mengoptimalkan media massa dan platform online secara masif untuk mengedukasi masyarakat mengenai alur resmi pengadaan darah.
Tindakan Tegas Terhadap Calo Direktur RSAM mengimbau keras agar keluarga pasien tidak melibatkan pihak ketiga. Mengingat darah adalah sumbangan kemanusiaan yang dilarang untuk diperjualbelikan, manajemen berkomitmen akan langsung memblokir dan menindak tegas siapapun yang terindikasi menjadi calo.
Melalui klarifikasi dan evaluasi berkala ini, RSAM Bukittinggi berkomitmen untuk terus berbenah demi menghadirkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga responsif dan solutif dari sisi kemanusiaan.
0 Komentar