Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
BUKITTINGGI — Landmark ikonik Kota Bukittinggi, Jam Gadang, resmi menginjak usia satu abad tahun ini. Di balik kemegahan menara lonceng peninggalan sejarah tersebut, sebuah perayaan yang menyentuh akar rumput digelar: menghidupkan kembali roh kebudayaan Minangkabau melalui gelaran Alek Permainan Anak Nagari se-Kota Bukittinggi 2026.
Riuh rendah tawa anak-anak memecah suasana Lapangan Kantin (Wirabraja) pada Sabtu (16/5/2026). Lapangan yang biasanya tenang, berubah menjadi panggung raksasa bagi kelestarian tradisi. Agenda yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat bersama lembaga adat ini, terealisasi berkat dukungan dana Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Sumbar, Nurna Eva Karmila.
Selama dua hari penuh, sejak 15 hingga 16 Mei, sekitar 80 sekolah dari tingkat SD hingga SLTA sederajat sepakat menepi sejenak dari gawai. Mereka turun ke lapangan untuk saling berinteraksi secara fisik dan emosional.
"Ada lebih dari 1.000 anak yang ikut ambil bagian. Kami sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari Ibu Nurna Eva Karmila dan seluruh pihak," ujar Ketua Panitia Pelaksana, Dedi Fatria. Ia pun menggantungkan harapan besar, "Kami ingin alek anak nagari ini tidak berhenti di sini, tapi mengakar menjadi tradisi tahunan di Bukittinggi."
Bagi Nurna Eva Karmila, perhelatan ini bukan sekadar panggung hiburan atau pelengkap seremoni seabad Jam Gadang. Anggota DPRD Sumbar ini melihat ada misi penyelamatan karakter generasi muda yang sedang dipertaruhkan di tengah gempuran modernisasi.
“Permainan anak nagari ini sarat akan nilai pendidikan karakter. Di sana ada sportivitas, kreativitas, dan jiwa sosial yang tinggi. Kami mendorong agar kegiatan ini dikukuhkan secara resmi ke dalam kalender event tahunan Kota Bukittinggi,” tegas Eva.
Gayung bersambut, Pemerintah Kota Bukittinggi langsung menyatakan komitmennya. Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menilai bahwa kolaborasi lintas sektor ini sukses menghidupkan kembali esensi sejati dari masyarakat Minangkabau, yakni semangat gotong royong dan kebersamaan.
“Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung pelestarian ini. Ini harus menjadi kalender utama Pemko Bukittinggi,” ungkap Ibnu Asis optimis.
Gaung kelestarian ini rupanya tidak hanya berhenti di tingkat kota. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi, langsung menatap visi yang lebih jauh untuk skala provinsi.
Mahyeldi berharap momentum satu abad Jam Gadang ini menjadi pemantik awal. Ia menargetkan festival budaya serupa dapat direplikasi secara serentak di seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat pada tahun 2027 mendatang.
"Ini adalah langkah awal. Tahun depan, kita harap seluruh daerah di Sumbar bisa menggelar acara serupa, sebelum nantinya kita pertemukan mereka dalam perlombaan besar di tingkat provinsi," tutup Mahyeldi menyalakan semangat.
0 Komentar