BUKITTINGGI — Pemerintah Kota Bukittinggi membidik target besar untuk mengeliminasi total penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) pada tahun 2030 mendatang. Target tersebut dibahas intensif dalam pertemuan forum kemitraan lintas sektor yang digelar di Aula Balai Kota Bukittinggi, Senin (13/7).
Penuntasan tiga penyakit menular ini dinilai krusial bagi Bukittinggi. Program Koordinator RSSH ADINKES Sumbar, Safwan, mengingatkan status Bukittinggi sebagai kota tujuan wisata internasional. Menurutnya, wisatawan mancanegara kerap memeriksa rekam jejak kasus malaria di tempat yang akan mereka kunjungi, sehingga jaminan daerah bebas ATM menjadi mutlak.
Menanggapi hal itu, Sekda Bukittinggi Rismal Hadi menegaskan penanganan ATM sudah masuk dalam peta jalan resmi pemerintah lewat Perda Nomor 2 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025-2029. Pemko Bukittinggi kini mulai menggerakkan seluruh SKPD serta menggandeng pihak swasta, perbankan, perhotelan, hingga BUMN/BUMD.
Langkah ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias. Anggota DPRD Sumbar ini memandang TBC dan HIV sebagai ancaman nyata bagi ketahanan keluarga.
"Kami akan bergerak sebagai ujung tombak edukasi dan pendampingan di masyarakat. Sosialisasi penanganan ATM ini juga akan kami integrasikan ke dalam program Sekolah Keluarga agar pencegahannya bisa berjalan masif dan tepat sasaran," pungkas Ny. Yesi.

0 Komentar