​BUKITTINGGI – Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen penuh dalam mewujudkan tata kelola perkotaan yang berkelanjutan melalui akselerasi pembangunan fasilitas umum untuk tahun anggaran 2026–2027. Sinergitas program ini diawali dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Pembangunan Fasilitas Umum yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Bukittinggi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Aula Balaikota Bukittinggi, Senin (13/07/2026).


​Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, dalam arahannya menyampaikan bahwa program penataan estetika dan infrastruktur kota merupakan salah satu program prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Langkah strategis ini sejalan dengan ditetapkannya Kota Bukittinggi sebagai salah satu dari 10 daerah di Indonesia yang memenangkan program Integrated City Planning (ICP) dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI.


​"Melalui integrasi program ICP Bappenas RI, Pemerintah Kota Bukittinggi berkomitmen mewujudkan kawasan perkotaan yang memenuhi indikator modernitas, aspek keamanan, kenyamanan, serta berwawasan lingkungan. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan competitiveness atau daya saing daerah, khususnya pada sektor pariwisata yang menjadi leading sector ekonomi daerah," ujar Wali Kota.


​Dalam paparan teknisnya, Wali Kota menguraikan rencana induk (masterplan) penataan kawasan dan aksesibilitas menuju ekosistem pariwisata Jam Gadang dengan mengedepankan konsep walkability (ramah pejalan kaki). Implementasi fisik di lapangan akan mencakup pemasangan conblock pada sejumlah ruas jalan protokol, antara lain Jalan Istana, Jalan Minangkabau, Jalan Sudirman, Jalan Perwira, dan Jalan Ombilin. Peningkatan kualitas fasilitas pedestrian ini juga akan diintegrasikan dengan penyediaan fasilitas penunjang (street furniture) seperti bangku taman, ruang terbuka hijau (RTH) skala mikro, vegetasi peneduh, serta sistem pencahayaan umum.


​Guna menjamin kelancaran implementasi program di lapangan, Dinas Perhubungan bersama instansi terkait akan melakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas secara parsial dan bertahap, dengan prioritas utama pada koridor menuju kawasan Jam Gadang dan Objek Wisata Panorama.


​Prioritas Penataan Sektor Ekonomi Kerakyatan dan Destinasi Wisata


​Di samping penataan jalan protokol, Pemko Bukittinggi juga memberikan atensi khusus pada revitalisasi infrastruktur ekonomi di Pasar Bawah. Intervensi program pada tahap awal akan difokuskan pada pembenahan sistem drainase primer dan sekunder guna mengatasi permasalahan genangan air secara permanen. Selanjutnya, standarisasi fasilitas akan dilanjutkan pada perbaikan struktur lantai dan material atap pasar dengan tetap mempertahankan karakteristik orisinalitas pasar tradisional.


​Akselerasi pembangunan juga menyasar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, yang meliputi

​Peremajaan lansekap taman depan dan area kuliner di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK).

​Peningkatan estetika malam (urban nightscape) melalui instalasi pencahayaan artistik di cagar budaya Janjang 40 beserta pembangunan gapura gerbang atas.

​Pemasangan lampu hias tematik pada koridor-koridor utama pusat aktivitas ekonomi kreatif masyarakat.

​Melalui orientasi pembangunan yang terukur dan terintegrasi ini, Pemko Bukittinggi optimistis dapat menghadirkan ruang publik yang representatif, meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur bagi masyarakat, serta menstimulasi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.