Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
Labuhanbatu Selatan - Tirainusantara .CO.id Kamis, 15 Januari 2026. Desakan masyarakat Desa Perlabian terhadap aparat penegak hukum (APH) bukan tanpa alasan. Hingga kini, peredaran narkoba di Dusun Perlabian Dalam, Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, masih berlangsung tanpa tanda-tanda penindakan serius. Kondisi ini memicu kecurigaan publik bahwa ada kekuatan besar yang melindungi jaringan narkoba di wilayah tersebut.
Nama Baba (Sudarsono) yang disebut-sebut sebagai bandar utama bahkan telah dinyatakan DPO (Daftar Pencarian Orang). Namun ironisnya, status tersebut dinilai warga tidak berdampak signifikan di lapangan. Aktivitas peredaran narkoba masih berjalan, transaksi diduga tetap terjadi, dan jaringan tidak tampak lumpuh.
“Kalau benar sudah DPO, seharusnya ada perubahan. Tapi ini seperti tidak ada apa-apa. Kami justru melihat jaringan tetap hidup,” ujar seorang tokoh masyarakat setempat kepada media.
DPO Tapi Jaringan Tetap Jalan
Warga menilai penetapan DPO terhadap Baba hanya menyentuh permukaan, sementara aktor-aktor di balik layar justru belum tersentuh.
Dugaan adanya “pengganti lapangan” yang menjalankan operasional harian bandar narkoba semakin menguat.
Lebih jauh, masyarakat juga kembali menyoroti sosok bandar wanita berinisial RATU, yang menurut informasi warga, telah lama dikenal luas di Labuhanbatu Selatan dan diduga memiliki peran penting dalam jaringan peredaran narkotika lintas wilayah.
“Nama RATU itu bukan rahasia lagi.
Kalau masyarakat tahu, masa aparat tidak?” ungkap seorang warga dengan nada heran.
Dugaan Oknum & Penyalahgunaan Profesi
Yang membuat situasi semakin memprihatinkan, muncul dugaan adanya oknum tertentu yang membekingi jaringan narkoba, bahkan disebut-sebut ada pihak yang mengaku sebagai insan pers untuk menakut-nakuti warga dan meredam informasi agar tidak naik ke permukaan.
Warga menegaskan, praktik semacam ini telah mencoreng profesi wartawan dan memperparah krisis kepercayaan publik.
“Media itu seharusnya jadi penyambung lidah rakyat, bukan tameng bandar narkoba,” tegas warga lainnya.
Generasi Muda Jadi Korban
Peredaran narkoba yang dibiarkan berlarut-larut disebut telah menimbulkan dampak serius. Beberapa pemuda desa dikabarkan mulai terjerumus, memicu keresahan orang tua dan tokoh agama.
Seorang pemuda yang enggan disebutkan namanya mengaku takut, namun merasa tidak punya pilihan selain bersuara.
“Kalau kami diam, kampung ini hancur. Kami takut, tapi lebih takut melihat masa depan kami dirusak narkoba,” katanya.
Tantangan Serius bagi APH
Masyarakat kini menunggu langkah nyata, bukan sekadar status DPO di atas kertas. Warga mendesak Polsek Tolan, Polres Labuhanbatu Selatan, hingga Polda Sumut untuk:
Membongkar jaringan hingga ke akar
Mengusut dugaan backing oknum
Menindak tegas siapa pun tanpa pandang bulu
Membuka proses penegakan hukum secara transparan
“Kami tidak butuh pencitraan.
Kami butuh penangkapan. Kalau hukum masih tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, jangan salahkan rakyat kalau terus bersuara,” tegas warga.
Ujian Integritas Penegak Hukum
Kasus Desa Perlabian kini menjadi ujian serius integritas aparat penegak hukum di Labuhanbatu Selatan. Publik menanti: apakah hukum benar-benar hadir sebagai pelindung masyarakat, atau justru tunduk pada kekuatan gelap narkotika.
Media akan terus mengawal dan membuka fakta-fakta di lapangan demi kepentingan publik dan keselamatan generasi bangsa.
Surya dalimunthe
0 Komentar