PETI Menggila di Kolok Nan Tuo: Puluhan Excavator Menggali Emas Terang-Terangan, Kapolda Sumbar Jangan Diam! ‎


Sawahlunto — Hukum seperti tak bertaring di Kolok Nan Tuo, Kecamatan Barangin. Puluhan alat berat jenis excavator dilaporkan bebas mengeruk tanah mencari emas, beroperasi terang-terangan di pinggir jalan, tak jauh dari kantor polisi. Aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) ini bukan lagi sembunyi-sembunyi, justru dipertontonkan di depan publik.



‎Deru mesin terdengar siang dan malam. Lubang-lubang besar menganga, tanah dikupas tanpa kendali. Kerusakan lingkungan kian nyata dan aliran air terancam tercemar. Namun hingga kini, aktivitas tersebut tetap berjalan seolah tanpa hambatan.

‎“Ini sudah sangat terang-terangan. Excavator berjejer, kerja siang bolong. Kalau ini ilegal, kenapa tidak ada tindakan? Kami jadi bertanya-tanya,” ujar seorang warga Kolok Nan Tuo dengan nada kesal.

‎Masyarakat menilai praktik PETI dengan alat berat bukanlah pelanggaran kecil. Ini bukan sekadar tambang tradisional, melainkan operasi skala besar yang diduga melibatkan modal kuat dan jaringan terorganisir. Tanpa izin resmi, tanpa pengawasan lingkungan, namun berani beroperasi di ruang terbuka.

‎Ironisnya, lokasi pengerukan disebut berada tidak jauh dari pusat penegakan hukum di wilayah Sawahlunto. Kondisi ini memicu pertanyaan keras dari publik: apakah aparat tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu?

‎“Kalau rakyat kecil salah sedikit langsung diproses. Tapi ini alat berat puluhan unit, kok seperti kebal hukum?” tambah warga lainnya.

‎Situasi ini menjadi ujian serius bagi Kepolisian Daerah Sumatera Barat. Masyarakat mendesak Kapolda Sumbar turun langsung ke lokasi, mengecek kebenaran laporan, dan menindak tegas siapa pun yang terlibat, baik pelaku di lapangan maupun pihak-pihak yang diduga membekingi.

‎Diamnya aparat hanya akan memperkuat dugaan adanya pembiaran. Jika hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas, kepercayaan publik bisa runtuh.

‎Kapolda Sumbar harus bergerak. Bersihkan praktik PETI di Kolok Nan Tuo. Tegakkan hukum tanpa pandang bulu. Jangan biarkan wibawa institusi tercoreng oleh aktivitas ilegal yang berlangsung di depan mata.

‎Media ini telah berupaya mengonfirmasi Kapolres Kota Sawahlunto, Simon Yana Putra. Saat dihubungi melalui pesan WhatsApp untuk meminta klarifikasi terkait maraknya aktivitas PETI tersebut, yang bersangkutan belum memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan.(***) 

0 Komentar