Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
Tirainusantara.co.id | Kuansing -Hari ini bukan sekadar seremoni. Di Gedung Abdur Rauf, Teluk Kuantan, Wajah dan semangat baru lahir. Sebanyak 1.054 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu resmi memulai langkah mereka, mengemban amanah besar untuk masa depan Kuantan Singingi yang hebat dan berkelanjutan, Jumat (24/04/2026).
Di hadapan ribuan pegawai, Bupati Suhardiman Amby menegaskan, penyerahan SPMT bukan sekadar formalitas, melainkan titik awal perjuangan nyata.
“Hari ini bukan soal seremoni saja. Ini momentum bagi kalian untuk menjadi garda terdepan dalam menggerakkan pembangunan daerah di Kuansing,” tegasnya.
Lebih dari sekadar aparatur, PPPK paruh waktu kini diposisikan sebagai ujung tombak perubahan di desa. Mereka tidak hanya dituntut bekerja, tetapi juga menghadirkan hasil nyata di tengah masyarakat.
“PPPK paruh waktu harus jadi motor penggerak di desa. Bukan hanya sekadar bekerja, tapi memberi hasil yang maksimal” ujar Suhardiman dengan nada penuh penekanan.
Tugas yang diemban pun tidak ringan. Mulai dari mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui pemungutan pajak desa, mempercepat pengembangan koperasi, hingga mengawal program strategis seperti makan bergizi gratis, layanan kesehatan, dan penurunan stunting.
Di balik semua itu, ada satu tujuan besar yang ingin dicapai.
“Semua ini untuk melahirkan generasi Kuansing yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” lanjutnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa setiap PPPK adalah wajah pemerintah di tengah masyarakat—simbol kepercayaan yang harus dijaga dengan norma-norma kesopanan.
“Kalian adalah wajah pemerintah. Jaga loyalitas, jaga integritas, dan jalankan tugas dengan penuh tanggung jawab,” pesannya.
Sementara itu, Kepala BKPP Kuansing, Muradi, menegaskan pembekalan yang diberikan bukan hanya bersifat administratif, tetapi juga membangun kesiapan mental dan pemahaman tugas di lapangan.
Dengan resmi bertugasnya 1.054 PPPK paruh waktu ini, harapan besar kini menggantung. Harapan akan percepatan pembangunan desa, pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat, dan masa depan Kuantan Singingi yang lebih kuat dari akar rumputnya.
(Hendra Yadi)*
0 Komentar