Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
Festival ini dihadiri langsung oleh Bupati Kampar Ahmad Yuzar, S.Sos., M.T., Anggota DPRD Kampar Eko Sutrisno, S.Sos., Plt Camat Kampar Kiri Sri Muryani, S.ST., serta tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, perempuan, dan tamu undangan lainnya.
Beragam kegiatan budaya dan ekonomi kreatif turut memeriahkan festival tersebut. Salah satu yang paling menarik perhatian adalah lomba memasak kuliner tradisional khas Kampar Kiri, yakni Tumi Lompok Ayam Kacau dan Sambal Kacau. Kedua hidangan ini dikenal sebagai menu khas yang biasa disajikan dalam jamuan penting dan acara adat di wilayah Kampar Kiri.
Lomba yang diikuti oleh sepuluh peserta ini menghadirkan cita rasa autentik khas daerah yang sarat dengan kekayaan rempah lokal. Para peserta menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam mengolah bahan-bahan tradisional menjadi sajian yang menggugah selera.
Salah satu juri, Ocu Musa, yang merupakan utusan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar sekaligus owner kuliner khas Kampar Sup Ubi Acu Musa, mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas masakan para peserta.
“Kami melihat hasil masakan dari seluruh peserta sangat luar biasa. Selain penyajiannya menarik, cita rasanya juga sangat lezat,” ujar Ocu Musa usai melakukan penilaian.
Ia juga menambahkan bahwa keunikan dari masakan yang dilombakan terletak pada penggunaan bahan-bahan alami tanpa tambahan penyedap buatan.
“Seluruh peserta menggunakan rempah dan bumbu asli tanpa bahan penyedap. Ini yang membuat cita rasanya benar-benar khas dan otentik,” jelasnya.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai penting dalam menjaga keaslian kuliner tradisional sekaligus mengedukasi generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai masakan daerah.
“Inilah tujuan kita melaksanakan lomba ini, bagaimana kita kembali pada cita rasa asli Kampar, khususnya Kampar Kiri,” tutup Ocu Musa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan kuliner tradisional seperti Tumi Lompok Ayam Kacau dan Sambal Kacau tidak hanya tetap lestari, tetapi juga mampu menjadi daya tarik wisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat di Kabupaten Kampar.
F
0 Komentar