Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
Tirainusantara.co.id | Kuansing -Ancaman itu nyata. Ia tidak lagi datang dari tempat jauh, tapi menyusup pelan-pelan melalui pergaulan, media sosial, hingga lingkungan terdekat.
Melihat situasi tersebut, jajaran Polsek Benai bergerak cepat. Sebanyak 390 pelajar SMAN 2 Sentajo Raya menjadi sasaran sosialisasi bahaya narkoba, pergaulan bebas, dan balap liar, Rabu (29/04/2026).
Kapolsek Benai, Muhammad Ali Sodiq, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan biasa, tetapi bentuk nyata penyelamatan generasi muda dari ancaman yang kian mengkhawatirkan.
“Kami tidak ingin generasi muda hancur karena narkoba. Edukasi ini adalah benteng awal agar mereka tidak terjerumus,” tegasnya.
Suasana ruang belajar pun berubah serius. Para siswa mendengarkan dengan saksama karena yang disampaikan bukan sekadar teori, melainkan realita pahit yang telah merenggut masa depan banyak anak muda.
Kanit Reskrim Polsek Benai, Hardianto Manik, mengungkapkan bahwa modus peredaran narkoba kini semakin licik.
Mulai dari media sosial, disamarkan dalam makanan dan minuman, hingga masuk melalui lingkaran pertemanan.
“Sekali mencoba, bisa berujung ketergantungan. Dari coba-coba, masa depan bisa hancur,” ujarnya dengan nada tegas.
Pihak sekolah pun menyadari ancaman tersebut. Perwakilan sekolah, Roni Rafles, berharap kegiatan ini menjadi tameng bagi para pelajar.
“Ini bukan sekadar sosialisasi, ini penyelamatan generasi. Kami berharap siswa lebih sadar dan menjauhi hal-hal negatif,” tuturnya.
Di tengah derasnya arus pergaulan bebas dan pengaruh negatif, satu pesan disampaikan dengan lantang
katakan tidak pada narkoba Karena sekali terjerumus, bukan hanya masa depan yang hancur ,tetapi juga harapan keluarga ikut runtuh.
(Hendra Yadi)*
0 Komentar