Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
PALEMBANG — Kota Bukittinggi sukses mengukuhkan diri sebagai salah satu daerah dengan tata kelola ekonomi paling stabil di Sumatra. Pemerintah Kota Bukittinggi resmi meraih predikat Peringkat Tiga Terbaik se-Sumatra dalam kategori Pengendalian Inflasi Daerah tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis yang didampingi Sekda Rismal Hadi di Palembang pada Sabtu, 24 April 2026. Atas prestasi ini, Bukittinggi berhak menerima dana insentif senilai Rp1 miliar.
Kementerian Dalam Negeri menilai Bukittinggi menunjukkan konsistensi tinggi dalam menjaga stabilitas harga pangan, kepatuhan pelaporan data ekonomi secara berkala, serta dukungan fiskal yang kuat dalam program pengendalian harga di lapangan. Capaian ini menempatkan Bukittinggi di jajaran elit kota dengan manajemen inflasi paling terukur.
Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil kerja keras Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Ia menyebut penghargaan ini menjadi motivasi besar untuk terus memperkuat monitoring harga pasar dan melakukan intervensi pada waktu-waktu krusial guna menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.
Secara terpisah, Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias turut mengapresiasi kinerja TPID yang dinilai efektif melakukan pengawalan harga. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menghindari lonjakan harga ekstrem sehingga kesejahteraan warga tetap terjaga dengan baik.
Dalam kategori kota tingkat regional ini, peringkat pertama diraih oleh Kota Tebo diikuti Kota Musi Rawas Utara pada posisi kedua. Keberhasilan Bukittinggi masuk dalam jajaran tiga besar semakin memperkuat reputasi kota ini sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi paling sehat di wilayah Sumatra.(***)
0 Komentar