Kuansing Tancap Gas Perangi Stunting, Ribuan Balita Jadi Sasaran



Tirainusantara.co.id | Kuansing -Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus menggenjot percepatan penurunan stunting melalui penguatan sinergi lintas sektor. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen serius daerah dalam mendukung program prioritas nasional.

Bupati Kuansing, Suhardiman Amby menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.

“Ini merupakan konsen pemerintah pusat yang harus kita maksimalkan di daerah. Kita tidak ingin ada lagi anak-anak Kuansing yang mengalami stunting,” tegasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemkab Kuansing menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPPS) terkait pelaksanaan gerakan penimbangan dan pengukuran intervensi serentak pencegahan stunting. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Multimedia Kantor Bupati, Senin (20/02/2026).

Rapat dipimpin oleh Asisten I mewakili Bupati dan dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari staf ahli, kepala OPD terkait, Ketua TP PKK, hingga para camat se-Kabupaten Kuantan Singingi.



Ketua TPPS, Napisman, menegaskan bahwa penurunan stunting merupakan indikator utama keberhasilan pembangunan daerah di bidang kesehatan.

“Seluruh tim harus bekerja serius, terkoordinasi, dan konsisten. Data harus akurat sebagai dasar kebijakan, dan intervensi harus tepat sasaran hingga ke tingkat desa dan posyandu,” ujarnya.

Upaya percepatan ini difokuskan pada intervensi gizi spesifik, peningkatan akses sanitasi dan air bersih, serta penguatan perlindungan sosial. Selain itu, edukasi masyarakat terkait pola asuh dan gizi seimbang juga terus digencarkan, disertai monitoring dan evaluasi secara berkala.

Kepala Dinas P2KBP3A Kuansing, Mardiansyah, mengakui bahwa tantangan terbesar di lapangan adalah meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Perlu pendekatan yang lebih efektif dan berkelanjutan agar masyarakat benar-benar terlibat aktif dalam upaya pencegahan stunting,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten I menekankan pentingnya intervensi sejak dini dengan memperkuat peran TPPS hingga ke tingkat kecamatan dan desa. Ia juga mengingatkan agar Dinas Kesehatan sebagai leading sektor memastikan kesiapan sumber daya, kejelasan anggaran, serta pelaksanaan program berbasis data yang valid dari posyandu.

Dari hasil rapat, ditetapkan sebanyak 26.704 data sasaran final berdasarkan keputusan Kementerian Kesehatan. Penimbangan serentak dijadwalkan berlangsung pada April 2026.

Selain itu, sebanyak 1.450 balita yang terindikasi stunting akan menjadi fokus intervensi. Penanganannya diawali dengan evaluasi dan verifikasi kondisi medis oleh UPTD Kesehatan yang dikoordinasikan camat sebagai Ketua TPPS kecamatan. Hasilnya kemudian akan dikaji oleh tim pakar audit kasus stunting untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

Rapat koordinasi TPPS akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan seluruh program berjalan efektif, terukur, dan tepat sasaran.

Melalui langkah terintegrasi ini, Pemkab Kuantan Singingi optimistis mampu menekan angka stunting secara signifikan, demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan.

(Hendra Yadi)*

0 Komentar