Miris! Bayar Retribusi, Sampah Tetap Menumpuk

 


Tirainusantara.co.id | Kuansing -Kebersihan Kota Teluk Kuantan seharusnya tetap terjaga. Namun, kondisi berbeda jauh terlihat di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Koto Taluk, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Kuantan Tengah.

Sampah yang tidak diangkut selama dua minggu kini menjadi ancaman bagi kesehatan warga setempat. Tumpukan sampah tersebut bahkan telah menimbulkan bau tidak sedap.

Meski sampah telah dikemas rapi dalam kantong plastik hitam, petugas kebersihan belum juga melakukan pengangkutan. Padahal, warga mengaku tidak pernah terlambat membayar retribusi sampah.

Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang pekerja di Al-Fazza Printing, Hendra, warga asal Gunung Toar yang akrab disapa Hendra Dendang, kepada jurnalis, Kamis (02/04/2026) di Teluk Kuantan.

“Retribusi sampah kami tidak pernah telat membayar, namun sampah tersebut dibiarkan selama dua minggu. Bahkan, per tanggal 1 Maret kemarin, petugas tetap datang mengambil uang retribusi. Sistemnya seperti sewa, ditunggu dulu baru dibayar,” ujarnya.

Hendra juga menyebutkan terdapat empat titik lokasi sampah yang belum diangkut oleh petugas kebersihan.

“Empat titik tersebut berada di sekitar Al-Fazza Printing, Fotokopi Lestari, Pure Coffee, dan Indomaret,” tuturnya.

Sampah di jalan Perintis kemerdekaan,kuantan Tengah.


Sementara itu, kondisi serupa juga terjadi di kawasan Pasar Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik. Bahkan, anak-anak sekolah dasar (SDN 008 Seberang Pantai) dilibatkan dalam kegiatan pembersihan sampah di area pasar tersebut.

Hal ini menuai sorotan, karena seharusnya para siswa berada dalam proses belajar di sekolah.

Tokoh muda asal Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik, Reza Alfaisal Rahmat, menyayangkan dan mengaku kecewa atas kondisi tersebut.

“Sangat disayangkan, hanya siswa SDN 008 Seberang Pantai yang diminta hadir untuk membersihkan sampah, padahal ada sekolah lain yang lokasinya lebih dekat dengan pasar,” ujarnya.

Reza juga menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi agar segera mengambil langkah konkret dalam penanganan sampah.

“Kalau memang belum bisa mengatasi persoalan sampah di pasar, sebaiknya dibuatkan peraturan bupati dan melibatkan pihak ketiga agar kebersihan pasar Lubuk Jambi bisa teratasi,” tegasnya.(Hendra Yadi)*


0 Komentar