Ratusan Keluarga di Bukittinggi Mulai Terima Bansos Sembako dan PKH Tahap Pertama 2026



​BUKITTINGGI – Angin segar menghampiri ratusan keluarga di Kota Bukittinggi pada awal April ini. Sebanyak 394 Keluarga Penerima Manfaat baru resmi menerima penyaluran bantuan sosial Sembako serta Program Keluarga Harapan untuk periode Triwulan I tahun 2026. Penyaluran yang dilakukan melalui PT Pos Indonesia tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi bersama Ketua LKKS di Aula Balai Kota pada Rabu, 1 April 2026.

​Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi, Roza Wahyuni, menjelaskan bahwa penerima bantuan kali ini merupakan masyarakat yang sebelumnya belum pernah tersentuh program bantuan sosial serupa. Pemerintah telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp281.550.000 untuk menyasar warga di tiga kecamatan. Sebaran penerima tersebut meliputi 192 keluarga di Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, 141 keluarga di Kecamatan Guguk Panjang, serta 61 keluarga di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh.

​Dalam kesempatan tersebut, Ketua LKKS Kota Bukittinggi, Ny. Yesi Ramlan Nurmatias, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga pemenuhan kebutuhan dasar warga mulai dari pangan hingga kesehatan. Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa besaran nominal bantuan yang diterima akan bervariasi karena sangat bergantung pada hasil verifikasi komponen keluarga masing-masing, sehingga warga diimbau untuk tidak saling membandingkan perolehan bantuan tersebut.

​Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, turut memberikan pesan mendalam mengenai pentingnya perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat rentan yang terdaftar dalam DTKS Desil satu hingga empat. Beliau berharap bantuan tunai berkala ini dapat menjadi penyambung hidup yang meringankan beban rumah tangga di tengah kondisi ekonomi saat ini.

​Menutup arahannya, Wawako memberikan peringatan keras agar dana bantuan tersebut hanya digunakan untuk keperluan produktif dan mendesak. Ia melarang keras penggunaan uang bantuan untuk hal-hal merugikan seperti pembelian rokok, minuman keras, narkoba, hingga aktivitas judi online. Melalui pengawasan dan penggunaan yang tepat, bantuan ini diharapkan mampu menjadi berkah sekaligus motor penggerak dalam menurunkan angka kemiskinan di Kota Bukittinggi.

(Rafika Santi) 

0 Komentar