Reses Dapil MKS Amrizal Beri Peringatan Keras ke SKPD, Linda Wardiyanti Desak Transparansi di Hadapan Media


BUKITTINGGI – Gedung Pertemuan Kantor Camat Mandiangin Koto Selayan (MKS) dipadati oleh berbagai elemen masyarakat pada Kamis (30/4/2026). Agenda Reses Anggota DPRD Kota Bukittinggi Masa Sidang II Tahun 2025/2026 ini tidak hanya menjadi ajang jemput aspirasi, tetapi juga forum evaluasi kritis terhadap kinerja pemerintah daerah.


​Acara ini dihadiri langsung oleh Camat MKS, jajaran Lurah se-Kecamatan MKS, perwakilan SKPD terkait, serta tokoh sentral masyarakat yang meliputi Niniak Mamak, Cadiak Pandai, Alim Ulama, hingga para Kader PKK dan Posyandu yang antusias menyampaikan kondisi di akar rumput.


​Amrizal "SKPD Jangan Main-Main, Bapelitbang Itu Dapur Pembangunan!"


​Anggota DPRD dari Fraksi PKB, Amrizal, memberikan pernyataan yang sangat tegas dan cenderung memberikan peringatan kepada jajaran eksekutif. Ia menyoroti seringnya aspirasi masyarakat mandek di tingkat perencanaan.


​"Saya tegaskan, Bapelitbang adalah dapurnya Pemko Bukittinggi. Di sanalah nasib kesejahteraan rakyat MKS diramu. Jadi, jangan ada lagi alasan klasik!" ujar Amrizal dengan nada bicara yang lugas.


​Ia juga mengkritik tajam kehadiran SKPD yang terkadang dianggap hanya formalitas. "Kehadiran dinas-dinas di sini bukan untuk duduk manis. Kita ingin setiap keluhan yang keluar dari mulut Niniak Mamak dan kader tadi langsung dieksekusi menjadi program nyata, bukan sekadar jadi tumpukan kertas di meja kantor. Sinergi itu harga mati untuk kemajuan MKS," tambahnya.


​Wawancara Media Linda Wardiyanti Soroti Sinkronisasi Anggaran


​Usai acara, suasana semakin hangat saat para awak media mencegat Linda Wardiyanti (Fraksi PKS) untuk sesi wawancara singkat. Di depan kamera dan mikrofon wartawan, Linda menyampaikan keprihatinannya terkait komunikasi birokrasi yang sering kali membingungkan masyarakat.


​"Tadi saya sampaikan di dalam, dan saya tegaskan kembali kepada rekan-rekan media, bahwa transparansi anggaran Pokir adalah kunci. Jangan sampai masyarakat merasa diberi harapan palsu karena ketidaktahuan prosedur," ungkap Linda kepada para jurnalis.


​Linda juga memanfaatkan momen wawancara tersebut untuk mendesak pemerintah daerah agar lebih serius menangani isu lingkungan dan sosial. "Kami di dewan mendorong penuh Kelurahan Guguk Bulek di lomba tingkat provinsi, tapi di sisi lain, urusan ketertiban hewan liar juga harus tuntas. Kami ingin ada sinkronisasi antara regulasi yang kami buat di gedung dewan dengan realita yang dirasakan masyarakat di lapangan," tutupnya sebelum meninggalkan lokasi.


​Kehadiran Tokoh Masyarakat


​Kehadiran tokoh adat dan agama seperti Niniak Mamak dan Alim Ulama dalam reses kali ini memberikan warna tersendiri. Mereka banyak menitipkan pesan mengenai pembangunan karakter dan pelestarian nilai budaya di tengah pembangunan infrastruktur yang pesat di wilayah Mandiangin Koto Selayan.(***) 

0 Komentar