Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
Petai - Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali memicu keresahan masyarakat. Peristiwa ini terjadi di Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, pada Jumat (24/4/2026), di mana sebuah tambang ilegal diduga beroperasi di tengah permukiman warga dan merusak aliran sungai yang menjadi sumber kebutuhan sehari-hari.
Sebuah aktivitas tambang emas ilegal diduga mencemari Sungai Doser dan merusak lingkungan sekitar, sehingga air sungai tidak lagi layak digunakan warga.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, tambang tersebut diduga milik seorang warga berinisial RONL, yang berdomisili di wilayah F2 dan memiliki lahan perkebunan di Desa Petai. Lahan itu diduga telah dialihfungsikan menjadi lokasi pertambangan tanpa izin.
Tambang ilegal tersebut berada di belakang lapangan sepak bola desa, tepatnya di aliran Sungai Doser, yang lokasinya tidak jauh dari permukiman warga.
Aktivitas ini dilaporkan berlangsung dan menimbulkan keresahan warga hingga Jumat, 24 April 2026.
Diduga aktivitas penambangan dilakukan tanpa izin resmi dan menggunakan metode “tembak bahan”, yang berpotensi merusak struktur sungai serta mencemari air dengan limbah tambang.
Warga merasakan dampak langsung dari aktivitas tersebut. Air sungai yang sebelumnya jernih kini keruh dan diduga tercemar, sehingga tidak dapat lagi digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan identitas aslinya, Petruk (nama samaran), mengungkapkan keresahannya.
“Iya bang, dia pakai sistem tembak bahan. Sungai sudah rusak, tidak bisa dimanfaatkan lagi. Padahal sebelum ada tambang, sungai itu berfungsi sebagai tempat mandi dan mencuci pakaian oleh warga,” ujarnya.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama bagi para ibu rumah tangga yang sangat bergantung pada sumber air tersebut. Selain merusak lingkungan, keberadaan tambang ilegal di tengah kampung juga dinilai berpotensi memicu konflik sosial dan membahayakan keselamatan warga.
Masyarakat Desa Petai mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas PETI tersebut. Mereka juga berharap adanya upaya pemulihan lingkungan, khususnya terhadap aliran Sungai Doser yang telah terdampak.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait keberadaan maupun langkah penindakan terhadap tambang ilegal tersebut. (Tim)
0 Komentar