Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
Ket Fhoto : Ilustrasi
Kuantan Singingi, 7 April 2026 — Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali marak di Desa Gunung Kesiangan, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. Meski sebelumnya telah dilakukan penertiban oleh aparat, kegiatan tambang ilegal tersebut dilaporkan terus berlangsung tanpa hambatan.
Puluhan unit rakit tambang emas ilegal terlihat beroperasi di wilayah Desa Gunung Kesiangan. Aktivitas ini dilakukan secara terbuka dan berlangsung hampir setiap hari.
Aktivitas ini terpantau pada Selasa (7/4/2026), namun warga menyebut kegiatan tersebut sudah berlangsung lama dan terus berulang meski pernah ditertibkan.
Para pekerja tambang ilegal (dompeng) menjalankan aktivitas tersebut. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kegiatan itu bahkan terlihat jelas dari jalan poros desa, tidak jauh dari rumah kepala desa
Selain melanggar hukum, aktivitas PETI dinilai merusak lingkungan dan meresahkan masyarakat sekitar. Warga menilai penertiban yang dilakukan selama ini belum memberikan efek jera.
Menurut keterangan warga, aktivitas tambang hanya berhenti sementara saat ada razia aparat penegak hukum (APH). Namun, kegiatan tersebut kembali beroperasi keesokan harinya.
“Setiap hari beraktivitas PETI di situ. Kalau ada razia, paling berhenti beberapa hari, lalu besoknya bekerja lagi,” ujar warga tersebut.
Warga pun mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak lebih tegas, termasuk menindak para pemodal di balik aktivitas tambang ilegal tersebut.
“Kami berharap APH memberantas aktivitas PETI di Gunung Kesiangan. Tangkap sekalian pemodalnya. Ini jelas ilegal dan melanggar undang-undang,” tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Benai, IPDA M. Ali Sodiq, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan patroli dan penindakan.
“Terima kasih informasinya, kami juga terus patroli dan penindakan,” ujarnya singkat.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas PETI di wilayah tersebut dilaporkan masih berlangsung. Warga berharap adanya langkah konkret dan berkelanjutan dari aparat untuk menghentikan praktik tambang ilegal yang dinilai merusak lingkungan dan mengganggu ketertiban masyarakat.(*)
0 Komentar