Wajah Baru MKS Fachrul Razi Datuak Parpatiah dan Semangat Pelayanan “Tanpa Sekat”


BUKITTINGGI – Aura kehangatan menyelimuti momen pisah sambut Camat Mandiangin Koto Selayan (MKS) pada Senin (27/04). Acara ini menjadi istimewa dengan kehadiran Ketua DPRD Kota Bukittinggi beserta anggota, para kepala SKPD, serta tokoh-tokoh sentral masyarakat mulai dari Niniak Mamak, Cadiak Pandai, Alim Ulama, hingga Bundo Kanduang.

​Hadir pula jajaran lurah beserta staf, pengurus RT/RW, kader, dan berbagai stakeholder kecamatan yang memadati lokasi acara sebagai bentuk dukungan terhadap kepemimpinan baru di wilayah MKS.


​Prioritas di Wilayah Luas dan Strategis


​Dalam sesi wawancara dengan awak media usai acara, Fachrul Razi, SE., MM., Kp Datuak Parpatiah, mengungkapkan pandangan awalnya mengenai tantangan di Kecamatan MKS. Ia menyadari sepenuhnya bahwa MKS merupakan salah satu kecamatan dengan cakupan wilayah terluas di Bukittinggi yang memiliki dinamika masyarakat sangat beragam.

​"MKS ini memiliki wilayah yang sangat luas. Dengan cakupan sebesar ini, tentu banyak aspirasi masyarakat yang harus kita petakan dengan teliti. Ini akan menjadi prioritas saya; memastikan kehadiran pemerintah dirasakan oleh seluruh warga di setiap sudut kecamatan," ungkap Fachrul Razi.


​Fokus pada Program "Surau Gelimang"


​Selain fokus pada pembenahan layanan, Fachrul Razi menegaskan komitmennya untuk menyukseskan program unggulan Pemerintah Kota Bukittinggi, terutama dalam penguatan nilai-nilai religius melalui kearifan lokal.

​"Sesuai arahan pimpinan, kami akan fokus pada program pemerintah, salah satunya Surau Gelimang. Kita ingin surau kembali menjadi pusat peradaban dan pembinaan umat di MKS, sehingga pembangunan kita seimbang antara fisik dan mental spiritual," tambahnya.

​Pesan Tegas Wali Kota Selesaikan Masalah di Kedai Kopi

​Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, memberikan arahan yang sarat akan nilai kemanusiaan di hadapan para tokoh adat dan agama yang hadir. Ia mengingatkan bahwa esensi seorang pemimpin wilayah adalah kepekaan sosial.

​"Jangan pernah ada sekat antara kantor camat dengan rakyat. Camat harus tahu denyut nadi masyarakatnya. Kalau perlu, masalah warga itu selesai sambil berdiskusi di warung atau kedai kopi, tidak harus selalu kaku di kantor," tegas Wali Kota.


​Menyambung Asa, Memperkuat Estafet


​Momen ini juga diwarnai rasa haru dengan penyampaian harapan dari Camat sebelumnya, Bapak Syukri Naldi, S.Kom., MM. Kehadiran lengkap jajaran RT, RW, kader, serta dukungan dari legislatif dan tokoh adat (Niniak Mamak) menjadi sinyal kuat bahwa estafet kepemimpinan ini dipandang sebagai proses penyempurnaan demi kemajuan MKS ke depannya.

​Acara ditutup dengan penuh kekeluargaan dan dilanjut kan makam bersama  menandai dimulainya babak baru pelayanan publik di MKS di bawah kepemimpinan Fachrul Razi yang lebih inklusif, religius, dan benar-benar menyentuh akar rumput.

(Rafika Santi) 

0 Komentar