Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
PALUPUAH – Abainya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur daerah kembali memicu aksi nyata masyarakat. Di Jorong Koto Rantang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuah, warga terpaksa merogoh kocek pribadi untuk menyewa alat berat demi memperbaiki jalan kabupaten ruas Sitingkai via Matur yang kondisinya kian memprihatinkan.
Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima awak media, kerusakan jalan ini sudah mencapai tahap membahayakan keselamatan jiwa. Menindaklanjuti keluhan tersebut, awak media melakukan konfirmasi langsung kepada Wali Jorong Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, pada Kamis (7/5/2026).
Jeritan Warga "Belum Pernah Tersentuh Perbaikan"
Dalam keterangannya, Novri Agus Parta Wijaya membenarkan bahwa kondisi jalan tersebut sudah lama menjadi keluhan akut. Ia menyayangkan ketimpangan pembangunan yang terjadi, di mana ruas jalan lain sudah berulang kali diaspal, namun jalur Sitingkai via Matur seolah terlupakan.
"Sejak dibangun, jalan ini belum pernah mendapat perbaikan menyeluruh. Padahal ini adalah urat nadi utama. Dampaknya nyata, sering terjadi kecelakaan karena jalan licin dan berlubang, terutama saat musim hujan," ungkap Novri.
Langkah swadaya dengan menyewa alat berat hingga gotong royong rutin membersihkan drainase, menurut Novri, adalah bentuk ikhtiar terakhir masyarakat agar aktivitas ekonomi tidak lumpuh total. "Hari ini pun warga kembali gotong royong. Ini gambaran betapa masyarakat sangat menjaga jalan ini dengan kemampuan seadanya," tambahnya.
Mandek di Musrenbang
Mengenai langkah birokrasi, Novri menegaskan bahwa pihak jorong dan nagari tidak tinggal diam. Namun, usulan yang diajukan setiap tahun melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) selalu berakhir tanpa realisasi.
"Setiap Musrenbang selalu kami usulkan. Kami sadar mungkin keuangan daerah sedang sulit, tapi jalan ini sangat layak menjadi prioritas. Ini akses satu-satunya warga, jalur alternatif ke Matur dan Lubuk Basung. Menyangkut ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan," tegasnya.
Menagih Janji Wakil Rakyat
Novri juga menitipkan harapan besar agar anggota DPRD dari daerah pemilihan (Dapil) terkait tidak menutup mata. Komunikasi dan aspirasi telah sering disampaikan, namun hingga kini masyarakat masih harus berjuang sendiri.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, Novri mengkhawatirkan dampak domino yang lebih luas
Ekonomi Biaya transportasi hasil tani melonjak.
Keselamatan Risiko kecelakaan fatal yang terus menghantui pengguna jalan.
Sosial Menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pembangunan pemerintah daerah.
"Kami sangat mengapresiasi kepedulian warga yang mau berpeluh keringat dan patungan dana. Namun, kami tetap mendesak perhatian serius pemerintah daerah dan DPRD agar segera ada perbaikan permanen demi keselamatan dan kenyamanan bersama," pungkas Novri Agus Parta Wijaya.
0 Komentar