Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
BUKITTINGGI — Pemerintah Kota Bukittinggi secara resmi menggelar taklimat media untuk menyatakan kesiapan penuh dalam menggelar perhelatan akbar berskala internasional, guna memperingati 100 Tahun (1 Abad) berdirinya ikon global mereka, Jam Gadang. Taklimat media ini dilaksanakan secara resmi pada Selasa, 26 Mei 2026, bertempat di Rumah Dinas Wali Kota, Belakang Balok, Bukittinggi.
Mengusung misi pelestarian warisan sejarah, sinergi lintas negara, dan kebanggaan budaya, kota ini bersiap bertransformasi menjadi pusat diplomasi dunia dan festival budaya multinasional. Wali Kota Bukittinggi, H. Ramlan Nurmatias, memaparkan visi besar di balik tonggak sejarah satu abad ini dengan didampingi langsung oleh jajaran pimpinan tinggi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Turut hadir dalam taklimat media tersebut Kapolresta Bukittinggi Kombes Pol. Ruly Indra Wijayanto, Dandim 0304/Agam Letkol Inf. Dwi Santoso, Ketua DPRD Bukittinggi Syaiful Efendy, Sekretaris Daerah Rismal Hadi, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Asrar Fernando. Kehadiran jajaran otoritas ini menegaskan kesolidan dan jaminan total pemerintah daerah dalam mengawal kesuksesan agenda internasional tersebut.
"Jam Gadang bukan sekadar menara jam atau penanda geografis ini adalah identitas dan perjalanan sejarah yang harus kita jaga bersama," tegas H. Ramlan Nurmatias. Beliau menekankan nilai historis mendalam dari monumen yang awalnya merupakan pemberian dari Ratu Wilhelmina Belanda ini, sebagai satu-satunya warisan sejarah sejenis yang ada di Indonesia.
Atensi Internasional dan Puncak Acara
Antusiasme dunia terhadap perhelatan ini terbukti sangat masif, di mana tercatat sebanyak 38 negara luar negeri telah menyatakan kehadirannya, termasuk di antaranya delegasi khusus dari Palestina. Seluruh perwakilan internasional ini nantinya akan disambut dalam agenda Jam Gadang Cultural Night yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2026. Mengusung tema filosofis "Jam Gadang dalam Narasi Budaya dan Perjuangan Bangsa", malam puncak tersebut akan disajikan secara spektakuler melalui perpaduan mutakhir antara teknologi visual, pementasan seni, dan Orasi 100 Tahun Jam Gadang.
Menjawab pertanyaan terkait manajemen anggaran, Wali Kota menegaskan bahwa operasional dan pembiayaan kegiatan berskala besar ini dikelola secara mandiri oleh pihak Organizing Committee (OC). Finansial dan fasilitas pendukung murni bergerak efektif melalui kontribusi serta kerja sama taktis dari masing-masing sponsor yang terlibat, termasuk dukungan logistik dari BUMN transportasi, DAMRI.
Strategi City Branding untuk Wisata Berkelanjutan
Ketika ditanya oleh awak media mengenai strategi city branding utama agar para tamu dunia tidak sekadar berkunjung melainkan memiliki alasan kuat untuk kembali, Wali Kota memberikan proyeksi yang matang. Pihaknya menyatakan bahwa keindahan alam tidak lagi menjadi satu-satunya komoditas yang dijual ke panggung internasional.
"Kekuatan utama kita memang ada pada pesona alam, namun kesan mendalam yang ingin kami tunjukkan kepada dunia pasca-acara ini adalah standarisasi ketertiban umum," pungkas Wali Kota.
Melalui komitmen penegakan ketertiban, mulai dari tata kelola parkir yang rapi hingga jaminan keamanan dan kenyamanan di sepanjang jalan, Pemerintah Kota Bukittinggi optimistis dapat memberikan impresi kota wisata yang aman, beradab, dan dirindukan oleh wisatawan mancanegara. Kampanye digital dan tayangan promosi ini sendiri siap dilepas secara masif ke media sosial mulai 1 Juni mendatang guna mengundang mata dunia datang ke Bukittinggi.
0 Komentar