Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
BUKITTINGGI — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi wisata budaya utama di Indonesia. Langkah strategis ini diwujudkan melalui pergelaran Alek Permainan Anak Nagari se-Kota Bukittinggi Tahun 2026 yang resmi dibuka di Lapangan Kantin Wirabraja, Bukittinggi, Sabtu (16/5/2026).
Agenda kebudayaan berskala daerah yang berdampak nasional ini terlaksana melalui kolaborasi Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bukittinggi, serta dukungan dana Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nurna Eva Karmila. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.
Berdasarkan data resmi Dinas Kebudayaan Sumatera Barat, festival ini menampilkan berbagai khazanah lokal seperti pawai budaya, pelestarian kesenian tradisi, festival kuliner legendaris, hingga rekonstruksi permainan tradisional yang kini mulai tergerus digitalisasi. Salah satu kompetisi yang menarik perhatian adalah Lomba Panitahan (seni bertutur adat Minang) yang digelar di Aula Kantor Badan Keuangan Kota Bukittinggi.
Benteng Budaya di Era Globalisasi
Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., dalam pidato pembukaannya memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiasi ini. Ia menegaskan bahwa di tengah derasnya arus globalisasi, ketahanan budaya lokal harus dibangun dari kesadaran masyarakatnya sendiri.
"Alek Anak Nagari ini adalah instrumen penting untuk mendorong kembali kearifan lokal. Siapa lagi yang akan mengangkat dan menjaga nilai-nilai kebudayaan ini jika bukan kita sendiri? Bersama Dinas Kebudayaan, nilai luhur ini harus kita rawat," ujar Mahyeldi di hadapan para tokoh adat dan masyarakat.
Gubernur Mahyeldi menambahkan, esensi dari kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan investasi sosial untuk mengajarkan semangat gotong royong dan kebersamaan kepada generasi penerus.
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Sumbar Nurna Eva Karmila menyoroti pentingnya menyelamatkan generasi muda dari dampak negatif modernisasi. Menurutnya, ruang-ruang kebudayaan seperti ini efektif untuk mengalihkan ketergantungan pemuda dari gawai (gadget).
"Kami berharap ini menjadi momentum positif bagi generasi muda untuk kembali mengenali akar sejarah, adat istiadat, dan identitas budaya mereka," kata Nurna Eva dalam keterangan persnya.
Terobosan Baru: Wacana 'Rumah Sakit Wisata'
Selain fokus pada penguatan karakter bangsa melalui kebudayaan, Gubernur Mahyeldi Ansharullah juga memaparkan visi strategis untuk mendongkrak sektor pariwisata Bukittinggi agar mampu bersaing di level nasional maupun internasional.
"Bukittinggi adalah kota wisata. Kita perlu terus menghadirkan objek dan atraksi baru agar wisatawan domestik maupun mancanegara betah tinggal lebih lama. Kehadiran wisata berbasis budaya (cultural tourism) seperti Alek Anak Nagari ini adalah salah satu jawabannya," urai Mahyeldi.
Lebih jauh, Gubernur melontarkan gagasan visioner di sektor pelayanan publik dengan mendorong integrasi antara pariwisata dan fasilitas kesehatan. Ia menargetkan rumah sakit yang berada di Bukittinggi dapat bertransformasi menjadi Rumah Sakit Wisata (Health Tourism). Melalui konsep ini, para pelancong tidak hanya menikmati keindahan alam dan budaya, tetapi juga dapat mengakses layanan medis premium berstandar wisata.
Guna mewujudkan ekosistem wisata yang ideal tersebut, Gubernur mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan kota dan meminta para niniak mamak (tokoh adat) proaktif meminimalisasi potensi gangguan sosial di lingkungan masing-masing.
Isoma dan Penyerahan Hadiah Pemenang
Setelah prosesi pembukaan resmi dan pelaksanaan rangkaian lomba yang berlangsung sejak pagi hari, kegiatan dialihkan sejenak untuk istirahat, shalat, dan makan siang (isoma) bersama seluruh peserta, panitia, serta tamu undangan.
(***)
0 Komentar