Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
BUKITTINGGI – Profesionalisme Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bukittinggi kembali diuji. Dalam kurun waktu yang sangat singkat, jajaran "Garda Merah" ini harus menangani tiga titik kebakaran di lokasi berbeda. Senin pagi (4/5), dedikasi mereka kembali terbukti saat memadamkan api yang melahap satu unit Rumah Gadang di kawasan Tarok Dipo.
Di balik keberhasilan teknis menekan response time hingga di bawah 2 menit, terdapat manajemen kepemimpinan yang humanis sekaligus religius. Kepala Dinas DPKP Bukittinggi, Joni Feri, yang memimpin langsung operasi di lapangan, mengungkapkan bahwa kekuatan fisik pasukannya memiliki batas, namun kekuatan spiritual adalah kunci utama.
"Secara teknis, personel sudah terlatih dan terkondisi untuk situasi high-pressure seperti ini. Namun, yang jauh lebih memperkuat mental dan stamina personel adalah doa serta dukungan dari masyarakat. Kami hadir semata-mata untuk membantu dan melayani," ujar Joni Feri saat dikonfirmasi di konfirmasi awak media .
Manajemen Krisis dan Efisiensi Lapangan
Meski dihantam jadwal pemadaman yang sangat rapat,bahkan sempat mencapai dua titik dalam sehari—Regu Jaya DPKP Bukittinggi tetap menunjukkan kompetensi tinggi. Laporan masuk pada pukul 04:20 WIB, armada berangkat dalam hitungan detik, dan tiba di lokasi pada 04:22 WIB.
Kecepatan ini sangat krusial mengingat objek yang terbakar adalah bangunan Rumah Gadang yang didominasi material kayu dan berdekatan dengan rumah semi-permanen lainnya. Sinergi taktis antara 6 unit armada Bukittinggi dan dukungan dari Damkar Kabupaten Agam menunjukkan koordinasi antar-wilayah yang sangat solid di bawah komando Joni Feri.
Pengabdian Berbasis Masyarakat
Pernyataan sang Komando mengenai "kekuatan doa" menggeser paradigma bahwa pemadam kebakaran bukan sekadar profesi teknis, melainkan bentuk pengabdian sosial. Dukungan moral dari warga Bukittinggi diakui menjadi stimulan penting bagi 40 personel yang bertugas, terutama saat kelelahan fisik mulai melanda akibat rentetan musibah yang berdekatan.
"Kami tidak bekerja sendiri. Doa masyarakat adalah energi tambahan bagi kami di lapangan," tambah Joni.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Namun, kesigapan petugas dalam mengisolasi api sehingga tidak merambat ke bangunan lain di RT 01 RW 06 Ujuang Bukit menjadi bukti nyata bahwa aspek kompetensi dan spiritualitas berjalan beriringan dalam menjaga keamanan Kota Bukittinggi.
0 Komentar