Setelah Viral Sampah Yang Menumpuk tiba - Tiba Mobil Yang Rusak Siap Meluncur Ber Operasi


Setelah sempat viral di media sosial pemberitaan sampah menumpuk dan bertebaran karena mengalami kerusakan, oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Kadis DLHK Inhil, Azwir Zarmi  mengakui adanya keterlambatan pengangkutan sampah akibat keterbatasan armada.

"Kami sedang berusaha semaksimal mungkin mengatasi persoalan ini. Keterlambatan pengangkutan memang kami akui karena keterbatasan armada," ujar Azwir Zarmi Kadis DLHK. Ia menambahkan, pihaknya tetap melaksanakan pengangkutan sampah hingga tengah malam.


Mobil pengangkut sampah yang sempat rusak kini sedang diperbaiki dan diharapkan dapat beroperasi kembali sore ini. "Rusak, sekarang dalam perbaikan, mungkin sore ini sudah bisa digunakan lagi," lanjutnya,” ujar Azwir Zarmi.saat dikonfirmasi melalu via chat pribadinya, Kamis (30/10/2025).

Lebih lanjut, Azwir menjelaskan bahwa mobil yang sebelumnya mengalami kerusakan kini sedang dalam tahap akhir perbaikan.

“Mobil yang rusak itu sekarang dalam perbaikan, dan kemungkinan besar sore ini sudah bisa digunakan kembali,” tambahnya.

Publik menunggu setelah viral baru di selesaikan dan ini bukan kejadian yang pertama dengan anggaran yang besar tentunya sudah bisa terkaper dari awal, karena setiap tahun mendapat armada baru.

Sebelumnya diberitakan Media tirainusantara.co.id bahwa Penumpukan sampah di sejumlah titik di Kelurahan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), menuai keluhan warga. Kondisi ini sudah berlangsung beberapa pekan terakhir akibat jadwal pengangkutan yang tidak teratur. Tumpukan sampah terlihat menumpuk di tepi jalan hingga masuk ke saluran drainase, menimbulkan bau tidak sedap dan berpotensi menyebabkan banjir.

Menanggapi keluhan tersebut, Lurah Tembilahan Hulu Drs. H. Abdurroni, R. mengakui adanya keterlambatan pengangkutan sampah dalam beberapa minggu terakhir. Menurutnya, kendala utama terletak pada keterbatasan armada pengangkut milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Inhil.

“Memang benar beberapa minggu ini ada keterlambatan pengangkutan. Kami sudah berkoordinasi, dan penyebabnya karena keterbatasan armada dari DLH. Namun, kami di kelurahan tetap berupaya mencarikan solusi agar sampah tidak menumpuk,” ujar Abdurroni kepada wartawan, Kamis (30/10).

Sebagai langkah sementara, pihak kelurahan menyiapkan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) berukuran 3×1,5 meter di sejumlah titik strategis, termasuk di depan kantor kelurahan. Upaya ini diharapkan dapat memecah konsentrasi tumpukan dan memudahkan petugas melakukan pengangkutan sesuai jadwal.

Abdurroni juga menyoroti laporan dari warga RW 11 Kayu Jati, yang mengeluhkan kondisi bak sampah rusak hingga menyebabkan sebagian sampah berserakan ke drainase. Kondisi tersebut dinilai berisiko menghambat aliran air dan memicu genangan, terutama saat musim hujan.

“RW 11 sudah melapor. TPS-nya rusak dan sebagian sampah jatuh ke drainase. Kami sudah tindak lanjuti dan koordinasikan agar segera diperbaiki, karena ini bukan hanya soal estetika, tapi juga kebersihan dan kesehatan masyarakat,” tambahnya.

Pihak kelurahan berharap DLH dapat segera menormalkan jadwal pengangkutan dan menambah armada agar penanganan sampah lebih merata. Abdurroni juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta ikut menjaga kebersihan lingkungan.

“Masalah sampah menyangkut hajat hidup orang banyak. Jadwal pengangkutan harus kembali normal. Semua pihak harus berkolaborasi agar lingkungan tetap bersih dan sehat,” tegasnya.

Sementara itu, warga berharap pemerintah daerah segera menambah armada dan memperbaiki TPS yang rusak agar persoalan kebersihan di Tembilahan Hulu tidak terus berlarut dan lingkungan kembali tercemar



Indra TT

0 Komentar