Kasat Narkoba Polresta Bukittinggi Dorong Resosialisasi Humanis “Pulihkan Martabat dengan Skill dan Kemandirian Ekonomi


BUKITTINGGI – Upaya menekan indeks penyalahgunaan narkotika di wilayah hukum Polresta Bukittinggi menuntut sinergi lintas sektoral yang lebih dalam. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polresta Bukittinggi, AKP Nofridal, S.H., M.H., saat ditemui dalam agenda silaturahmi di ruang kerjanya, Jumat (30/01/2026).

​Dalam bincang hangat tersebut, AKP Nofridal menekankan bahwa penanggulangan narkotika tidak boleh berhenti pada penegakan hukum semata, tetapi harus menyentuh akar persoalan sosial dan ekonomi.

​Sinergi Kolektif dan Pengawasan Berkelanjutan

​Menurut AKP Nofridal, pengawasan terhadap rantai peredaran maupun penyalahgunaan narkoba—termasuk pemantauan terhadap narapidana dan mantan warga binaan—adalah tanggung jawab bersama antara elemen masyarakat dan Pemerintah Kota.

​"Masalah ini tidak bisa terlepas dari peran masyarakat dan instansi terkait. Siapa lagi yang akan melakukan pencegahan secara masif kalau bukan kita semua?" tegas AKP Nofridal, S.H., M.H.

​Membuka Peluang Melalui Kemampuan (Skill) dan Ekonomi

​Salah satu poin krusial yang disoroti beliau adalah hambatan bagi mantan penyalahguna dalam mengakses dunia kerja. Beliau menyerukan agar instansi terkait memberikan dukungan nyata berupa pelatihan keterampilan (skill) dan penguatan ekonomi agar mereka memiliki daya saing.

​Pemberdayaan Ekonomi Dukungan modal usaha atau lapangan kerja menjadi benteng agar mereka tidak terjerumus kembali ke kondisi yang sama.

​Penghapusan Stigma AKP Nofridal mengimbau agar label "pecandu" tidak melekat selamanya. Jika secara klinis telah dinyatakan bersih, individu tersebut wajib didukung untuk melanjutkan cita-citanya.

​Validasi Dinas Kesehatan Koordinasi dengan Dinas Kesehatan menjadi standar baku untuk mengeluarkan bukti otentik bahwa seseorang telah negatif dari narkoba, sehingga mereka memiliki legitimasi untuk bekerja kembali.

​Masa Depan yang Layak bagi Setiap Warga Negara

​Menutup perbincangan, Kasat Narkoba menegaskan bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup layak dan produktif.

​"Seseorang berhak mendapatkan kehidupan yang layak. Jika diri mereka sudah bersih dan dinyatakan negatif melalui validasi medis yang valid, maka saatnya kita bersama membantu mereka menyongsong masa depan. Ini adalah tanggung jawab kemanusiaan kita bersama," pungkasnya.

​Analisis Pesan Strategis

Narasi ini secara cerdas memosisikan Polresta Bukittinggi bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai motor penggerak solusi sosial yang merangkul Pemko dan instansi lainnya.(***) 

0 Komentar