Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
PALUPUH, AGAM – Bencana memang bisa meruntuhkan jembatan dan menggerus tanah, namun ia gagal mematahkan semangat masyarakat di Kecamatan Palupuh. Rabu (7/1/2026), di bawah langit Kabupaten Agam, sebuah pemandangan menyentuh terlihat di halaman Kantor Camat Palupuh yang sebagian areanya telah ambruk ditelan longsor.
Bukan mesin-mesin besar yang bekerja, melainkan deru napas dan tangan-tangan kuat warga yang bahu-membahu mengisi karung dengan pasir.
Lebih kurang 250 KK dalam Dekapan Solidaritas
Dampak bencana kali ini tidaklah kecil. Kurang lebih 250 Kepala Keluarga (KK) harus merasakan pahitnya kehilangan kenyamanan rumah. Di tengah ancaman zona merah, evakuasi menjadi jalan sunyi yang harus ditempuh. Warga kini menyebar; ada yang menumpang di rumah kerabat, namun tak sedikit yang harus meluruskan punggung di lantai mushalla atau di bawah atap tanda pengungsian.
"Warga yang berada di zona merah kami ungsikan ke tempat yang lebih aman. Fokus kami adalah memastikan mereka tidak merasa sendirian menghadapi masa sulit ini," ujar Camat Palupuh, Nong Rianto, S.Sos, dengan nada penuh empati.
"Goro Rabu"Merawat Asal, Menjaga Layanan
Bagi Nong Rianto dan masyarakat setempat, hari Rabu kini memiliki makna baru. Setiap pekan, mereka sepakat untuk berkumpul dalam Gotong Royong (Goro) bersama. Tanpa alat berat, mereka bekerja secara manual. Karung-karung pasir disusun menjadi benteng darurat bagi kantor camat yang juga ikut terluka oleh bencana.
Namun, ada komitmen mulia di balik keringat itu. Meski sang Camat dan stafnya ikut berlumur tanah dalam kerja bakti, pelayanan publik tidak boleh mati tegas Nong Rianto
"Goro bersama ini kami lakukan setiap Rabu, tapi pelayanan rutin tetap nomor satu. Kami ingin masyarakat tahu bahwa meski kantor kami rusak, dedikasi kami untuk melayani tetap utuh," tegas Nong Rianto.
Memulihkan Hati, Membangun Kembali
Kegiatan rutin setiap Rabu ini bukan sekadar memperbaiki halaman yang ambruk atau irigasi yang tersumbat di Nagari Koto Rantang, Pasia Laweh, Nan Tujuah, dan Pagadih. Ini adalah cara masyarakat Palupuh menyembuhkan diri dari trauma bencana.
Langkah manual yang dilakukan menggunakan karung pasir ini menjadi simbol bahwa sekecil apa pun tenaga yang diberikan, jika dilakukan bersama-sama, akan mampu menopang kembali pondasi kehidupan yang sempat goyah. Semangat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat inilah yang menjadi cahaya di tengah gelapnya pasca-bencana di Kecamatan Palupuh.(***)
0 Komentar