Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
AGAM – Memasuki minggu kedua di bulan Januari, semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat di Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, semakin mengental. Tepat pada hari ini, Jumat, 9 Januari 2026, pengerjaan jembatan kabupaten yang putus di Nagari Matur Hilir terus dikebut dengan mengedepankan nilai-nilai gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa.
Kolaborasi Ahli Konstruksi dan Satuan Kewilayahan
Pembangunan jembatan ini digerakkan oleh 75 personel TNI AD yang telah bersiaga di lokasi sejak awal bulan. Kekuatan ini merupakan gabungan dari 25 personel ahli dari Yon Zikon 12/KJ Palembang dan 50 personel dari Yonif 897/Singgalang.
Sinergi lintas satuan ini bertujuan untuk memastikan kualitas infrastruktur yang kokoh bagi warga Agam.
Danton Yon Zikon 12 Palembang, Letda Czi Novan Mulyo Santoso, S.Tr.Han, dalam keterangannya pada 9 Januari 2026, menyebutkan bahwa material yang digunakan adalah Bailey DSR2 Compact 12 Petak.
"Melihat semangat warga yang ikut membantu, kami semakin termotivasi. Jika cuaca terus mendukung, kami targetkan dalam tiga minggu ke depan jembatan ini sudah bisa dioperasikan secara normal," ujar Letda Czi Novan.
TPA Nurul Falah: Simbol Kemanunggalan TNI-Rakyat
Bentuk dukungan masyarakat tidak hanya berupa tenaga, tetapi juga fasilitas. Warga Jorong Air Taganang secara sukarela menyediakan TPA Nurul Falah sebagai posko utama. Di sini, interaksi antara prajurit dan warga terjalin erat setiap harinya, mulai dari koordinasi pengerjaan hingga penyediaan konsumsi secara swadaya oleh kaum ibu di nagari tersebut.
Bapak Syamsul Bahri (48), salah seorang warga Jorong Air Taganang yang turut membantu di lapangan, mengungkapkan rasa syukurnya.
"Kami warga Air Taganang merasa sangat terbantu. Sejak awal Januari hingga hari ini, 9 Januari 2026, kami melihat langsung bagaimana bapak-bapak TNI bekerja keras. Jembatan ini adalah harapan bagi anak-anak kami agar bisa berangkat sekolah ke Matur dengan aman. Kami tidak akan membiarkan bapak TNI bekerja sendiri; apa yang bisa kami bantu, akan kami kerjakan bersama," ungkap Syamsul.
Memulihkan Nadi Ekonomi dan Pendidikan
Terputusnya jembatan ini sebelumnya sempat melumpuhkan aktivitas ekonomi dan akses pendidikan. Dengan dimulainya pembangunan ini, warga optimis mobilitas menuju pusat Kecamatan Matur akan segera pulih. Pemandangan di lokasi pembangunan mencerminkan kemanunggalan yang nyata prajurit dan warga saling bahu-membahu memindahkan material, membuktikan bahwa gotong royong adalah kunci percepatan pembangunan di daerah.(***)
0 Komentar