Trilogi Kedaulatan Bukittinggi Menjemput Marwah Daerah Khusus di Jantung Ibukota


​JAKARTA – Di bawah langit Jakarta yang dinamis, sebuah langkah besar bagi masa depan Bukittinggi sedang dipahat. Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, memimpin delegasi tingkat tinggi melakukan pertemuan strategis dengan Gubernur DKI Jakarta di Balaikota, Selasa (13/1/2026). Pertemuan ini bukan sekadar urusan birokrasi, melainkan sebuah misi menjemput kehormatan sejarah sekaligus memperkuat fondasi pelayanan publik.

​Restorasi Pelayanan Modernisasi Melalui Sinergi Strategis

​Membawa visi peningkatan layanan dasar yang tanpa kompromi, Pemko Bukittinggi membidik hibah armada operasional tahun 2026 sebagai instrumen penguatan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Langkah ini merupakan lompatan taktis untuk memperkuat sektor pemadam kebakaran, lingkungan hidup, dan transportasi perkotaan.

​Mulai dari unit tangguh fire & rescue, truk sanitasi modern, hingga armada bus sekolah dan kendali lalu lintas, seluruhnya dipersiapkan untuk memastikan kenyamanan warga Bukittinggi. Sinyal positif dari Pemprov DKI Jakarta menempatkan Bukittinggi sebagai prioritas utama—sebuah pengakuan atas kredibilitas kepemimpinan kota dalam mengelola sinergi antar-daerah.

​Meneguhkan Poros Sejarah: Bukittinggi, Yogyakarta, dan Jakarta

​Jauh melampaui urusan logistik, kunjungan ini membawa pesan ideologis yang mendalam. Setelah mengantongi dukungan penuh dari Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Wali Kota Ramlan kini memperkuat narasi tentang "Trilogi Kedaulatan".

​"Sejarah Indonesia tidak akan lengkap tanpa Bukittinggi. Dari rahim kota ini lahir sang Proklamator Mohammad Hatta, dan di tanah ini pula nafas Republik tersambung melalui PDRI saat agresi militer mencoba memadamkannya," ungkap Ramlan dengan nada yang penuh kewibawaan.

​lalu Ramlan menegaskan bahwa Bukittinggi, Jakarta, dan Yogyakarta adalah tiga pilar penyangga eksistensi NKRI. Atas dasar itulah, aspirasi menjadi Daerah Khusus bukan sekadar ambisi administratif, melainkan sebuah keharusan sejarah untuk menempatkan Bukittinggi pada kedudukan yang semestinya di peta nasional.

​Diplomasi Presisi Satu Barisan Menuju Perubahan

​Didampingi oleh Sekretaris Daerah dan tim ahli Bappelitbang serta jajaran SKPD, Wali Kota menunjukkan sebuah kepemimpinan yang solid dan terukur. Kehadiran tim lengkap ini memastikan bahwa setiap butir kesepakatan—baik teknis maupun politis—dieksekusi dengan standar profesionalisme tertinggi.

​Perjalanan ini menandai sebuah era baru bagi Bukittinggi sebuah kota yang sedang bertransformasi menjadi pusat pelayanan modern tanpa sedikitpun meninggalkan akar sejarahnya yang agung. Bukittinggi kini tidak lagi sekadar menunggu, ia sedang menjemput takdirnya di panggung nasional.



Rafika Santi

0 Komentar