Operasi Keselamatan Singgalang 2026 Polresta Bukittinggi Soroti Knalpot Brong hingga Kesehatan Sopir Angkot




​BUKITTINGGI – Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bukittinggi resmi memulai pelaksanaan Operasi Keselamatan Singgalang 2026, Senin (2/2). Operasi kewilayahan ini direncanakan berlangsung selama 14 hari hingga 14 Februari 2026 mendatang.

​Kapolresta Bukittinggi melalui Kasat Lantas AKP M. Irsyad Fathur R., STrk., S.I.K., yang diwakili oleh KBO Satlantas Polresta Bukittinggi Ipda Azriyandi, S.H., menyampaikan bahwa fokus utama operasi kali ini adalah menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan nyaman, terutama dalam menekan angka pelanggaran yang meresahkan masyarakat.

​Fokus Knalpot Brong dan Balap Liar Pelajar

​Ipda Azriyandi menegaskan bahwa sasaran prioritas saat ini adalah penggunaan knalpot brong (tidak sesuai spesifikasi teknis) dan aksi balap liar yang didominasi oleh kalangan pelajar.

​"Kami memberikan perhatian ekstra kepada para pelajar yang masih menggunakan knalpot brong dan terlibat balap liar. Selain penindakan, kami juga akan melakukan langkah preventif dengan melakukan imbauan langsung ke sekolah-sekolah," ujar Ipda Azriyandi saat ditemui di Mapolresta Bukittinggi.

​Wadah Kreativitas dan Kesehatan Pengemudi

​Dalam kesempatan tersebut, Ipda Azriyandi juga memberikan pandangan mengenai perlunya wadah bagi generasi muda agar tidak melakukan aksi balap di jalan raya. "Saran kami, anak-anak ini perlu difasilitasi dengan wadah atau arena khusus, sehingga hobi mereka tersalurkan di tempat yang tepat, bukan di jalanan umum," tambahnya.

​Selain fisik kendaraan, faktor manusia juga menjadi target utama. Satlantas Polresta Bukittinggi akan memeriksa kondisi kesehatan para pengemudi, khususnya sopir angkutan kota (angkot). Hal ini dilakukan untuk memastikan sopir dalam kondisi fit saat membawa penumpang guna meminimalisir risiko kecelakaan.

​Sinergi 52 Personel Jelang Ramadan

​Dalam operasi ini, sebanyak 52 personel dikerahkan dengan menggandeng instansi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) dan Jasa Raharja. Polisi juga melibatkan perangkat kelurahan serta peran orang tua untuk ikut mengawasi anak-anak mereka.

​Langkah ini diambil sekaligus sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Pihaknya memprediksi mobilitas masyarakat akan meningkat tajam menjelang puasa, sehingga pemakaian kendaraan akan sangat padat. Operasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama di wilayah hukum Polresta Bukittinggi.(***) 

0 Komentar