Tokoh Adat Kuantan Hilir Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian



Tirainusantara.co.id | Kuansing -Dukungan terhadap posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berada langsung di bawah Presiden Republik Indonesia terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, dukungan datang dari kalangan Niniak Mamak Melayu Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Provinsi Riau.

Salah seorang Niniak Mamak Melayu Kuantan Hilir, Sapriadi dengan tegas menyatakan penolakan terhadap wacana penempatan Polri di bawah kementerian tertentu. Ia menilai, keberadaan Polri langsung di bawah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sudah tepat dan merupakan keputusan yang tidak bisa ditawar.

Pernyataan tersebut disampaikan Sapriadi kepada awak media, Sabtu (07/02/2026).

“Kami dari Niniak Mamak Melayu Kecamatan Kuantan Hilir menolak Polri berada di bawah kementerian. Kami sepakat Polri tetap berada di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Bagi kami, itu sudah tepat dan merupakan harga mati dalam menjaga penegakan hukum dan keamanan,” tegas Sapriadi.

Menurutnya, posisi Polri di bawah naungan Presiden akan memperkuat independensi institusi kepolisian dalam menjalankan tugas penegakan hukum, menjaga keamanan, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat tanpa intervensi kepentingan tertentu.

Dukungan tersebut mencerminkan harapan masyarakat adat Melayu agar Polri tetap profesional, independen, dan konsisten dalam menjaga stabilitas keamanan serta supremasi hukum di Indonesia.

“Polri dibawah naungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tentunya sudah mencerminkan Polri tetap profesional, independen dan konsisten dalam menjaga keamanan sesuai supremasi hukum"tuturnya.*(Hendra Yadi)

0 Komentar