Warga Sampaikan Surat Pengaduan Terkait Dugaan Ketidaksesuaian Proyek Pembangunan Desa Bagan Jaya 2025


Bagan Jaya – Sorotan terhadap pelaksanaan proyek pembangunan Desa Bagan Jaya, Kecamatan Enok, kembali mencuat. Sejumlah warga menyampaikan surat pengaduan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang berisi permintaan klarifikasi terkait dugaan ketidaksesuaian pekerjaan di lapangan.

Dalam surat yang beredar di tengah masyarakat, warga mempertanyakan hasil pekerjaan pembangunan pengerasan/semenisasi jalan desa yang dinilai tidak selaras dengan informasi volume kegiatan. Surat tersebut juga memuat rincian pengukuran yang diklaim dilakukan warga, disertai catatan angka-angka yang dianggap berbeda dengan spesifikasi proyek.



Warga menilai perlu adanya penjelasan terbuka dari pihak pemerintah desa maupun tim pelaksana kegiatan. “Kami hanya meminta kejelasan agar tidak terjadi salah persepsi. Jika memang sudah sesuai, tentu bisa dijelaskan secara transparan,” tulis perwakilan warga dalam surat tersebut.

Selain menyoroti ukuran pekerjaan, surat pengaduan itu juga menyinggung penggunaan anggaran yang dikaitkan dengan pagu proyek. Warga meminta BPD sebagai lembaga pengawas desa dapat menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai mekanisme yang berlaku.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Bagan Jaya memberikan klarifikasi. Ia mengakui adanya kekeliruan dalam pemasangan informasi pagu dana pada baliho proyek.

“Kami akui kurang teliti dalam pemasangan pagu dana tersebut. Sebenarnya sudah kami perbaiki sesuai APBDes yang telah ditetapkan. Hanya saja, keterlambatan kami memperbaiki dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” jelasnya.

Kepala desa juga menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya tidak menerima keluhan langsung dari masyarakat terkait proyek dimaksud.

“Syukur alhamdulillah, dari pihak masyarakat sampai hari ini tidak ada komplain terkait hal tersebut. Bahkan teguran langsung pun tidak ada, karena memang sudah kami sampaikan bahwa ada kekeliruan dalam pencetakan baliho pagu dana di lokasi pengerjaan,” tambahnya.

Sebelumnya, warga juga menyampaikan dugaan adanya potensi selisih anggaran pada salah satu proyek pembangunan tahun 2025. Dugaan itu disebut didasarkan pada dokumen dan catatan biaya yang diklaim dimiliki warga. Mereka menyatakan siap memberikan keterangan apabila dibutuhkan dalam proses klarifikasi.

Sorotan publik turut mengarah pada total Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Bagan Jaya tahun 2025 yang menurut informasi warga mencapai sekitar Rp1,3 miliar. Warga berharap pengelolaan anggaran desa dapat berjalan transparan dan akuntabel.


‎Warga menegaskan bahwa penyampaian pengaduan ini bertujuan mendorong transparansi, bukan untuk menyimpulkan adanya pelanggaran sebelum terdapat hasil pemeriksaan resmi dari instansi berwenang.

Tim

0 Komentar