Peringati HUT ke-107, Damkar Bukittinggi Targetkan 'Response Time' 5 Menit dan Ubah Paradigma Masyarakat



​BUKITTINGGI – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pemadam Kebakaran Indonesia ke-107 yang jatuh pada Minggu (1/03/2026), Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bukittinggi menegaskan komitmennya dalam mempercepat pelayanan darurat. 

Tidak tanggung-tanggung, instansi ini menargetkan waktu tanggap (response time) jauh di bawah standar nasional.

​Kepala Dinas Damkar Kota Bukittinggi, Joni Feri, saat dikonfirmasi via seluler mengungkapkan bahwa efisiensi waktu adalah kunci utama dalam menyelamatkan nyawa dan harta benda masyarakat.

​Melampaui Standar Nasional

​Jika merujuk pada Permendagri No. 114 Tahun 2018, standar pelayanan minimal (response time) ditetapkan maksimal 15 menit. Namun, untuk wilayah Bukittinggi, Joni Feri menetapkan standar yang lebih progresif.

​"Untuk kejadian di dalam kota, kami sudah berkomitmen menetapkan response time 5 menit. Mengingat kondisi dan luas wilayah Bukittinggi, angka ini adalah target realistis yang terus kami optimalkan," ujar Joni Feri.

​Soroti Fenomena "Live Medsos" Saat Kebakaran

​Selain kesiapan petugas, Joni juga menyoroti hambatan utama di lapangan saat ini keterlambatan laporan dari masyarakat. Ia menyayangkan fenomena warga yang lebih mendahulukan dokumentasi demi konten media sosial daripada menghubungi petugas.

​"Paradigma ini harus kita ubah. Dewasa ini, ketika ada kebakaran, warga cenderung live di medsos atau memvideokan dulu ketimbang melapor. Padahal, hitungan detik sangat menentukan. Jika laporan cepat, pemadaman akan lebih efektif dan api tidak meluas," tegasnya.

​Kedepannya, Damkar Bukittinggi akan menggencarkan sosialisasi, edukasi, dan simulasi agar masyarakat lebih tanggap dan tahu ke mana harus melapor segera saat melihat api.

​Pesan untuk Petugas "Pantang Pulang Sebelum Padam"

​Menutup keterangannya, Kadis Damkar memberikan pesan menyentuh sekaligus membakar semangat bagi para personel yang bertaruh nyawa di garda terdepan. Beliau menekankan bahwa keberanian harus dibarengi dengan perhitungan yang matang.

​Utamakan Keselamatan Wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dalam setiap operasi.

​Tindakan Terukur Setiap langkah pemadaman harus terencana dan terlaksana dengan baik.

​Jiwa Petarung Personel harus memiliki dedikasi, terampil, dan memegang teguh prinsip "Pantang Pulang Sebelum Padam".

​"Kita ingin Damkar selalu ada di hati masyarakat, bukan hanya sebagai pemadam, tapi sebagai pelindung yang handal dan dicintai," pungkasnya. ( Rafika Santi) 

0 Komentar