Kolaborasi Lintas Sektoral di Hotel Campago Kampung DAGUSIBU Kelurahan CGB Resmi Berdiri




​BUKITTINGGI – Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kota Bukittinggi bersama Dinas Kesehatan setempat menorehkan cetak biru baru dalam penguatan farmasi komunitas. Melalui peluncuran resmi program "Kampung ASKME DAGUSIBU" Kelurahan CGB yang digelar pada Senin (29/6/2026) di Gedung Meeting Hotel Campago Resort, RW 01 RT 09, Kelurahan Campago Guguak Bulek, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan, para praktisi kefarmasian kini ditempatkan di garda terdepan sebagai patient advocate dalam mengedukasi masyarakat mengenai tata kelola obat yang aman dan rasional.


​Rangkaian agenda formal dimulai dengan kumandang lagu kebangsaan Indonesia Raya. Menit-menit awal acara diisi oleh laporan komprehensif dari Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan (Kabid PSDK) DKK Bukittinggi, drg. Sanora Yuder, selaku Ketua Pelaksana, yang memaparkan target indikator capaian dari program berbasis komunitas ini.


​Ketua Pengurus Cabang IAI Kota Bukittinggi, apt. Nurasiah Wahid, S.Si., M.Farm., menegaskan bahwa manifestasi Kampung ASKME (Apoteker Sahabat Keluarga) merupakan jembatan emas untuk mengikis kesenjangan informasi obat (information asymmetry) di tingkat rumah tangga. Melalui instrumen DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang), apoteker bertanggung jawab memastikan masyarakat terhindar dari risiko efek samping dan resistensi akibat swamedikasi yang keliru.


​Dukungan politik dan regulasi disuarakan secara lantang oleh Anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Fraksi PKS, apt. Linda Wardiyanti, S.Farm. Anggota legislatif yang juga berlatar belakang profesi apoteker ini menekankan pentingnya keberlanjutan dari program non-fisik semacam ini.


​"Ini bukan pembangunan infrastruktur fisik, melainkan investasi jangka panjang pada peningkatan literasi kesehatan masyarakat yang harus benar-benar dirasakan manfaatnya secara nyata. Kami menekankan bahwa alokasi anggaran untuk program ini tidak boleh sia-sia," tegas apt. Linda Wardiyanti.


​Lebih lanjut, beliau mengumumkan bahwa ke depan akan diadakan perlombaan untuk mengukur sejauh mana tujuan kesinambungan program ini tercapai di lapangan. Beliau menggarisbawahi bahwa apoteker dan kader harus mampu menjadi agen tenaga kesehatan yang solid untuk mengedukasi masyarakat terhadap penggunaan obat secara rasional. "Kegiatan ini manfaatnya bukan untuk pribadi, melainkan untuk proteksi keluarga, masyarakat luas, dan kemajuan kota kita, Bukittinggi," tambahnya.


​Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Ramli Andrian, S.KM., M.KM., memaparkan pentingnya integrasi profesi apoteker ke dalam sistem ketahanan kesehatan daerah.


​Puncak peresmian ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis oleh Camat Mandiangin Koto Selayan (MKS), Fachrul Razi, SE., M.M., Kp., didampingi oleh apt. Linda Wardiyanti, Ramli Andrian, Lurah CGB, serta drg. Sanora Yuder. Setelah ditutup dengan pembacaan doa yang khidmat, agenda formal bertransformasi menjadi forum ilmiah-populer.


​Sesi edukasi praktis dipandu secara dinamis oleh Widia selaku moderator, yang mengarahkan jalannya pemaparan hasil kegiatan oleh Kepala Dinas Kesehatan. Memasuki sesi inti, panggung akademik diisi oleh praktisi klinis terkemuka, apt. Khairil Armal, S.Si., Sp.FRS. Sebagai Apoteker Spesialis Farmasi Rumah Sakit yang mendedikasikan ilmunya di wilayah Bukittinggi, beliau mengupas tuntas strategi preventif terhadap fenomena medication error di tataran domestik serta tata laksana klinis pelayanan farmasi.


​Respon Positif dari Lini Komunitas

​Kehadiran program ini disambut antusias oleh elemen masyarakat yang hadir. Yanti Elfina, salah seorang peserta utusan dari Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kelurahan, menyampaikan pandangannya mengenai urgensi program ini di tingkat akar rumput.


​Menurut Yanti, edukasi mengenai DAGUSIBU ini merupakan jawaban atas kebingungan yang sering dialami warga selama ini terkait penyimpanan dan pembuangan sisa obat di rumah. Beliau menilai sinergi antara apoteker dan kader sosial 

0 Komentar