Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
AGAM — Suasana khidmat dan penuh nilai filosofis menyelimuti Rumah Pariyuak Timbago Kaum Sikumbang, Nagari Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, Kabupaten Agam pada Rabu (17/6/2026). Masyarakat setempat menggelar Alek Gadang Batagak Panghulu sekaligus Malewa Gala Mhd. Hasri sebagai Datuak Mangkudum, Payuang Panji Pasukuan Sikumbang, yang juga bagian dari Ninik Mamak Basa Nan Barampek Nagari Bawan.
Rangkaian prosesi adat yang dimulai dari tradisi pasambah pambuka kato hingga puncaknya pasambahan malewakan gala (pengukuhan gelar adat) berlangsung dengan penuh kesakralan. Momentum ini menjadi bukti nyata bahwa akar kebudayaan Minangkabau tetap hidup, kokoh, dan lestari di tengah dinamika zaman.
Pengukuhan yang Sarat Filosofi Adat
Prosesi sakral ini ditandai dengan pemasangan Saluak (peci kebesaran) oleh Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Bawan, H. Aprianto, S.Pd., MM., Dt. Tan Majolelo. Dilanjutkan dengan penyisipan keris oleh Sekretaris KAN Bawan, M.Q. Dt. Palimo Dirajo.
Sebagai penutup legitimasi, penyerahan tongkat kepemimpinan dilakukan oleh Bupati Agam yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang SDM, Taslim, S.Pd., M.Pd. Prosesi ini merefleksikan pepatah adat: "Saksi diateh ameh, malataan parmato di ateh adaik". Dengan selesainya seluruh tahapan ini, Mhd. Hasri resmi menyandang gelar Dt. Mangkudum.
Mhd. Hasri mengemban amanah besar ini menggantikan pendahulunya, almarhum Ahmad Zawawi. Berlandaskan filosofi adat “patah tumbuah, hilang baganti”, tongkat estafet kepemimpinan kaum kini resmi beralih kepada kemenakan.
Sinergi Ninik Mamak dan Pemerintah Daerah
Dalam sambutannya, Taslim menyampaikan apresiasi mendalam dari Pemerintah Kabupaten Agam. Beliau menegaskan bahwa Batagak Pangulu bukan sekadar seremonial, melainkan perwujudan dari nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun.
"Selamat kepada Mhd. Hasri yang telah resmi menyandang gelar Dt. Mangkudum. Semoga amanah yang sangat berharga ini dapat dijalankan dengan baik dalam membimbing kaum. Kami berharap peran ninik mamak ke depan semakin kuat dan mampu bersinergi dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama membangun Kabupaten Agam yang lebih baik," ujar Taslim.
Menjaga Marwah dan Menjadi Penyejuk Kaum
Senada dengan hal tersebut, Ketua KAN Bawan, H.A. Dt. Tan Majolelo, mengingatkan tanggung jawab besar yang kini dipikul oleh Dt. Mangkudum. Pengukuhan ini menandakan bahwa sang pangulu kini telah "duduak samo randah, tagak samo tinggi" dengan para pemangku adat lainnya di Kenagarian Bawan.
"Jika ada yang tercecer tolong dipilah, jika ada yang tertinggal dalam pengangkatan ini tolong dijemput kembali. Tetap jalin tali silaturahmi untuk membangun Nagari Bawan yang kita cintai," pesan Dt. Tan Majolelo.
Beliau juga memaparkan kepemimpinan ideal seorang ninik mamak yang harus menjadi teladan bagi anak kemenakan:
Berbudi luhur, berprinsip pada kebenaran, serta bertutur kata sopan.
Menerapkan prinsip keadilan: manimbang samo barek, mambagi samo banyak, lamak dek awak katuju dek urang.
Mampu bertindak sebagai kusuik nan kamanyalasai, karuah nan mampajaniah (problem solver).
Dt. Tan Majolelo juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan para anak kemenakan untuk lebih cerdas dalam menyikapi berbagai isu di nagari. Ia mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak luar yang tidak bertanggung jawab demi menjaga marwah ninik mamak dan keutuhan kaum.
Apresiasi dan Rasa Syukur
Di akhir acara, Mhd. Hasri Dt. Mangkudum bersama anak kemenakan menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Berkat gotong royong dan kerja sama yang solid, seluruh rangkaian prosesi Alek Gadang ini dapat berjalan dengan khidmat, lancar, dan sukses sejak awal hingga akhir. (Tim)
0 Komentar