Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
BUKITTINGGI, Sabtu (14/6/2026) — Suasana di pelataran ikonik Jam Gadang mendadak riuh penuh energi. Di tengah kemeriahan perayaan monumental Satu Abad Jam Gadang, sebuah letupan energi segar hadir memukau ribuan pasang mata. Adalah Fantible, band beraliran enerjik asal Palu, Sulawesi Tengah, yang sukses menyuntikkan atmosfer berbeda. Kota Bukittinggi resmi menjadi persinggahan ke-48 dalam rangkaian road show marathon mereka, sebuah perjalanan panjang yang didukung penuh oleh dua sponsor besar nasional, BTN Pusat dan Mayora.
Bagi Fantible, panggung ini bukan sekadar penampilan biasa, melainkan sebuah pembuktian ketahanan fisik dan mental. Bagaimana tidak, mereka telah menantang batas kemampuan dengan terus bergerak di jalanan selama 11 hari berturut-turut. Mengandalkan formula manajemen taktis berupa tiga tim yang bergerak simultan, mereka mampu melahap hingga enam titik road show dalam satu bulan. Usai menggetarkan Bukittinggi, target berikutnya telah menanti di belahan Sumatra lainnya Duri, Batam, hingga Tanjung Pinang.
Maraton Fisik yang Terbayar Tuntas
Ditemui langsung usai pertunjukan di Lantai 4 Gedung Pasar Atas, Doni Maslian Sakti Gumay
selaku Manajer Pelaksana membeberkan ketatnya lini masa persiapan tim yang terbilang ekstrem—hanya memakan waktu tiga hari
Senin Tiba di Suzuya Padang dan langsung melakukan bongkar muat alat malam harinya.
Selasa Menempuh perjalanan darat menuju Bukittinggi, tiba saat malam mulai larut.
Rabu Tanpa jeda istirahat yang panjang, mereka langsung naik panggung dan tampil total.
"Untuk menjaga stamina di tengah jadwal gila ini, Kimia Farma biasanya jadi penyelamat kami untuk urusan vitamin dan suplemen," ujar Doni sembari tersenyum.
Kendala teknis sempat membayangi pra-acara. Logistik pertunjukan, terutama pengangkutan peti peralatan berukuran besar ke area atas, sempat menemui jalan buntu karena keterbatasan ukuran lift gedung. Beruntung, berkat respons cepat dan arahan langsung dari Bapak Walikota Bukittinggi, kendala tersebut berhasil diurai dalam sekejap.
Sinergi Pemerintah dan Harmoni Syariat
Jika biasanya Fantible lebih sering bergerak di bawah bendera promotor swasta, momentum di Bukittinggi ini terasa jauh lebih sakral. Mereka berkolaborasi langsung dengan pemerintah daerah setempat untuk menyuguhkan hiburan rakyat yang berkelas.
"Ini awal yang sangat baik bagi kami. Sejak awal, kami berkomitmen penuh agar konsep penampilan kami tetap adaptif, menghormati, dan tidak bertolak belakang dengan syariat Islam yang dijunjung tinggi di bumi Minangkabau ini," tegas Doni.
Hasilnya pun luar biasa. Fantible secara khusus memuji kedewasaan warga Bukittinggi yang dinilai sangat tertib, namun tetap memiliki antusiasme tinggi terhadap hiburan berkualitas jika dibandingkan dengan kota-kota lain.
Formasi Minimalis dengan Stamina "Gacor"
Malam itu, Fantible sejatinya tampil dengan formasi yang kurang lengkap. Band yang digawangi oleh Rifal (Vokal), Uga ( Vocal ),Edil (Gitar), Apri (Bass), Reza (Keyboard), dan Syahrul (Drum) ini harus memeras peluh berlima di atas panggung. Doni membocorkan bahwa mereka sebenarnya memiliki satu personil perempuan di dalam tim, namun kebetulan belum bisa bergabung dalam jadwal kali ini.
Kendati demikian, absennya satu personil tidak mengurangi daya ledak aksi panggung mereka. Dimulai sejak sore hari pukul 16.00 WIB, mereka sempat mengambil jeda (break) saat adzan Magrib dan Isya berkumandang untuk menghormati waktu ibadah, sebelum akhirnya kembali menghentak dan menguras energi penonton hingga pukul 23.00 malam.
Saat ditanya mengenai rahasia stamina mereka yang tetap "gacor" selama berjam-jam, Rifal sang vokalis tertawa lepas.
"Pola hidup teratur itu wajib. Tapi selain efek magis dari Teh Talua (teh telur khas Minang) yang kami minum, energi dari penonton Bukittinggi inilah yang bikin kami lupa rasa capek. Bukittinggi adalah kota paling GACOR yang pernah kami datangi!" seru Rifal.
Rifal pun menyelipkan pesan di sela-sela candanya, berharap lewat panggung-panggung seperti ini, seluruh personil Fantible bisa terus konsisten berkarya—bahkan kelak hingga mereka menemukan jodoh masing-masing.
Tak hanya penontonnya yang bertenaga, keramahan warga lokal juga meninggalkan kesan mendalam bagi sang gitaris, Edil.
"Menarik sekali, bahasa penonton dan fans di sini sangat halus. Sopan santunnya luar biasa, membuat kami merasa sangat dihargai," ungkap Edil. Di sela jadwal yang padat, mereka juga sempat memanjakan lidah dengan menyantap Nasi Kapau autentik langsung di tempat asalnya.
Menuju Kharisma Event Nusantara (KEN)
Sebagai kota yang sarat akan nilai sejarah dan memiliki objek wisata yang luar biasa mantap, Fantible menaruh harapan besar pada geliat industri kreatif di Bukittinggi. Rifal memberikan saran agar kegiatan-kegiatan kreatif berskala besar seperti ini lebih sering diadakan demi mewadahi bakat-bakat lokal yang melimpah.
Doni selaku Manajer Pelaksana juga menitipkan pesan reflektif bagi generasi muda Bukittinggi.
"Kota ini adalah panggung sejarah yang besar. Generasi mudanya harus bisa lebih kreatif lagi. Karena jika bukan generasi kita sekarang, siapa lagi yang akan menjaga dan meneruskan kejayaan bangsa?" ucap Doni puitis.
Di akhir wawancara, Fantible memberikan satu frasa penutup untuk Bukittinggi "Indah dan Langsung Bikin Jatuh Cinta"
Dengan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga, mempercantik objek wisata sejarah, serta memperbanyak event kreatif yang terstruktur, mereka sangat optimis Bukittinggi akan segera menembus kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf. Jika target itu tercapai, agenda festival tahunan yang megah bukan lagi sekadar impian.
"Terima kasih untuk warga Bukittinggi yang luar biasa hangat, dan terima kasih kepada Bapak Walikota atas kesempatan emas di Jam Gadang ini. Semoga di road show tahun depan, kita bisa bersua kembali dalam ruang kreatif yang lebih besar!" tutup para personil Fantible kompak.
0 Komentar