Peduli Kesehatan Warga, Anggota DPRD Linda Wardiyanti Inisiasi "Kampung DAGUSIBU" di Campago Guguak Bulek



​BUKITTINGGI – Anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Fraksi PKS, apt. Linda Wardiyanti, S.Farm, mengambil langkah nyata dalam mengawal kesehatan masyarakat di dapilnya. Melalui inisiasi Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) dewan, ia menggandeng Dinas Kesehatan Kota (DKK) dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Bukittinggi untuk meluncurkan program "Kampung Askme DAGUSIBU" di Kelurahan Campago Guguak Bulek (CGB), Kota Bukittinggi. program ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Walikota Bukittinggi H. M. Ramlan Nurmatias, S.H. dan Wakil Walikota Ibnu Asis, S.TP.

​Langkah kolaboratif ini sengaja digagas Linda guna mendongkrak literasi obat di tingkat keluarga, sekaligus menekan risiko fatal seperti keracunan obat dan keparahan penyakit akibat salah penanganan medis di rumah tangga.

​Sebagai seorang legislator yang juga berprofesi sebagai Apoteker, Linda Wardiyanti menekankan bahwa Kelurahan CGB merupakan kawasan padat penduduk yang dipenuhi warung-warung penjual obat bebas. Kondisi ini dinilai rentan memicu penyalahgunaan jika masyarakatnya minim edukasi.

​"Kami ingin masyarakat menjadi owner atau pemilik penuh atas kendali kesehatan mereka sendiri. Mulai dari bagaimana mereka mendapatkan, menyimpan obat dengan benar, hingga cara membuang limbah obat agar tidak memicu pencemaran lingkungan. Apalagi CGB ini wilayah padat penduduk yang banyak warung-warung, agar tidak terjadi penyalahgunaan obat, pengalaman masyarakat harus ditingkatkan," ujar Linda Wardiyanti penuh semangat.

​Linda juga menegaskan bahwa gerakan bersama IAI ini tidak akan berhenti di satu titik saja, melainkan sebuah komitmen jangka panjang. "Ini adalah gerakan kontinu. Jika tahun lalu program serupa sukses kita laksanakan di Kelurahan kayu kubu, kecamatan Guguak panjang 

maka pada tahun 2026 ini giliran Kelurahan Campago Guguak Bulek yang menjadi fokus utama. Ke depan, aksi ini akan terus disebarkan ke kelurahan-kelurahan lain di Bukittinggi," tambahnya.

​Penyerahan Atribut dan Kunjungan Langsung Door-to-Door

​Selama acara berlangsung, momen krusial ditandai dengan prosesi penyerahan atribut secara simbolis kepada para kader kesehatan dan petugas lapangan. Penyerahan atribut ini menandai kesiapan para petugas untuk langsung turun ke lapangan melakukan kunjungan rumah ke rumah (door-to-door) penduduk. Di lapangan, para petugas tidak hanya melakukan pendataan kesehatan keluarga, tetapi juga memberikan edukasi tatap muka mengenai tata cara pengelolaan obat yang aman.

​Membawa Standar Edukasi Rumah Sakit ke Pemukiman Warga

​Inisiasi politisi PKS ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bukittinggi, Ramli Adrian, S.KM, M.KM. Menurut Ramli, kehadiran Kampung DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) ini berhasil mendekatkan pelayanan informasi obat yang biasanya hanya didapatkan pasien di Rumah Sakit langsung ke tengah-tengah pemukiman warga melalui peran aktif para apoteker.

​"Kami di DKK sangat berterima kasih atas dukungan penuh dari pihak dewan, khususnya Ibu Linda, terhadap program kesehatan ini. Melalui edukasi 4 pilar DAGUSIBU, kita harapkan masyarakat lebih paham sehingga tidak ada lagi kasus keracunan obat di Bukittinggi," dan tidak berhenti di kelurahan CGB saja namun akan menelusuri pada kelurahan lain nya yang ada di kota Bukittinggi kata Ramli.

​Senada dengan hal itu, Ketua IAI Cabang Bukittinggi, apt. Nurasiah Wahid, S.Si., M.Farm, menyatakan kesiapan korps apoteker untuk terus mengawal komitmen keberlanjutan program edukasi ini di lapangan sesuai dengan peta jalan yang telah dirancang bersama.

​Catatan Evaluasi dan Harapan Kelurahan

​Sementara itu, Plt. Lurah Campago Guguak Bulek, Ferizal  menyambut positif peningkatan kapasitas kesehatan yang diberikan kepada warganya. Meski demikian, ia memberikan catatan evaluasi terkait tingkat kehadiran kader lokal di lapangan.

​"Program ini sangat bagus untuk menambah pengetahuan kader kita agar masyarakat lebih sehat. Catatan kehadiran ini menjadi evaluasi bersama pihak kelurahan agar ke depan koordinasi diperketat, sehingga sebaran informasi obat dari para apoteker ini bisa menyentuh seluruh lapisan keluarga di CGB," pungkas Ferizal

0 Komentar