Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
BUKITTINGGI – Menyambut fajar tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar Tabligh Akbar berskala besar di Masjid Jami’ Tigo Baleh, Rabu (17/06/2026). Agenda syiar Islam yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko serta perwakilan pelajar dari berbagai sekolah se-Kota Bukittinggi.
Momentum keagamaan tahun ini terasa jauh lebih istimewa dan bernilai historis. Pasalnya, pergantian tahun baru Hijriyah kali ini bertepatan langsung dengan peringatan 100 Tahun (Seabad) berdirinya Jam Gadang, menara penanda kota yang menjadi simbol keluhuran kebudayaan lokal.
Menyiapkan Generasi Berlandaskan ABS-SBK
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnus Asis, menekankan bahwa bertemunya dua momen besar ini harus dijadikan titik balik untuk memperkuat karakter generasi muda daerah.
"Momentum tahun ini sangat istimewa karena bertepatan dengan seabad Jam Gadang. Untuk itu, mari bersama-sama kita siapkan generasi gemilang yang paham dan mengamalkan filosofi Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK)," ujar Wakil Wali Kota.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Bukittinggi, Irwan, mengajak jemaah yang hadir untuk menjadikan pergantian tahun ini sebagai ruang evaluasi diri (muhasabah). Ia mengingatkan pentingnya berhijrah ke arah yang lebih positif.
"Jika hari ini sama dengan kemarin, kita merugi. Jika lebih buruk, kita celaka. Namun, jika hari ini lebih baik dari kemarin, itulah tanda orang yang beruntung," tegas Irwan.
Tiga Esensi Hijrah Menurut Ustadz Alber Nasir
Sebagai acara inti, Ustadz Dr. H. Alber Nasir, S.Pd., M.M., hadir menyampaikan tausiyah mendalam. Beliau menegaskan bahwa semaraknya peringatan Hijriyah di Bukittinggi merupakan bukti nyata dari implementasi falsafah ABS-SBK yang mendarah daging di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Ustadz Alber Nasir menjabarkan 3 kesadaran utama yang wajib direnungkan umat Islam dalam memasuki tahun baru 1448 H
Kesadaran Waktu Meliputi dimensi waktu sejarah, masyarakat, dan individu. Umat Islam dituntut memanfaatkan waktu untuk memperbanyak ibadah dan meningkatkan keimanan agar tidak menjadi golongan yang merugi.
Kesadaran Sejarah Memahami akar penanggalan Hijriyah yang dihitung sejak peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah pada 622 Masehi. Memahami sejarah Islam adalah kunci untuk memperkuat iman dalam menghadapi tantangan zaman.
Kesadaran Ilahiyah Menyadari bahwa setiap proses perubahan menuju kebaikan pasti diiringi tantangan berat, sebagaimana peristiwa Hijrah yang diawali dengan Isra' Mi'raj. Oleh karena itu, setiap urusan harus senantiasa diawali dengan ibadah salat.
"Seluruh apa yang kita alami dalam hidup ini terjadi atas kehendak Allah. Hasil yang akan kita dapatkan sangat bergantung pada bagaimana respons kita terhadap perintah-perintah-Nya. Itulah pelajaran sejati dari Hijrah," pungkas Ustadz Alber Nasir.
(Rafika Santi)
0 Komentar