Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
BUKITTINGGI — Sejumlah persoalan krusial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat mengemuka dalam kegiatan Reses Anggota DPRD Kota Bukittinggi Masa Sidang Tahun 2025/2026 Daerah Pemilihan Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB).
Reses tersebut dilaksanakan Anggota DPRD Kota Bukittinggi Yerri Amiruddin, SE, Datuak Rangkayo Batuah, Kamis, 6 Agustus 2026, bertempat di halaman Balai Kerapatan Adat Nagari (KAN) Tigo Baleh, Kelurahan Pakan Labuah.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan pembangunan yang dinilai masih mendesak, mulai dari sektor pendidikan, infrastruktur hingga fasilitas kepemudaan.
Salah satu aspirasi yang disampaikan berkaitan dengan SD Negeri 01 Pakan Labuah yang merupakan salah satu sekolah penggerak. Masyarakat berharap perhatian terhadap sarana dan prasarana sekolah dapat ditingkatkan, terutama ketersediaan toilet, pagar sekolah serta ruang kelas yang dinilai masih minim dan belum memadai untuk menunjang proses belajar mengajar.
Selain persoalan pendidikan, warga juga menyoroti kondisi banda atau drainase yang belum mampu menampung debit air ketika musim hujan. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan genangan dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Aspirasi lainnya datang dari masyarakat terkait kebutuhan perbaikan Jalan RT 01 yang dinilai perlu mendapatkan perhatian agar akses dan mobilitas warga semakin baik.
Sementara itu, perwakilan pemuda Kelurahan Pakan Labuah menyampaikan harapan agar Lapangan Simabua dapat direnovasi sehingga bisa kembali dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan olahraga dan pembinaan generasi muda.
Lapangan tersebut diharapkan dapat menjadi ruang aktivitas positif bagi pemuda, khususnya untuk latihan silat dan futsal, sekaligus menjadi sarana pembinaan bakat dan prestasi olahraga di tingkat kelurahan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Yerri Amiruddin menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan kesempatan penting bagi anggota DPRD untuk mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.
“Bagaimana kita dapat menyuarakan kebutuhan di Kelurahan Pakan Labuah, dan ini akan dicatat dan menjadi dokumen,” ujar Yerri.
Menurutnya, seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam kegiatan reses akan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai dengan mekanisme dan kemampuan anggaran daerah.
Pembangunan Kantor Lurah dan Rehabilitasi Sekolah
Dalam kesempatan tersebut, Yerri juga menyampaikan sejumlah program pembangunan yang telah mendapatkan dukungan anggaran.
Untuk tahun 2026, Jorong Tigo Baleh mendapatkan alokasi anggaran pembangunan Kantor Lurah sebesar Rp4,1 miliar. Pembangunan tersebut saat ini tengah berjalan dalam proses pelaksanaan.
Selain itu, pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan juga menjadi perhatian. Salah satunya adalah rehabilitasi SD di Kubu Tanjung yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas sarana pendidikan serta memberikan lingkungan belajar yang lebih layak bagi peserta didik.
Namun, Yerri mengakui bahwa kondisi anggaran saat ini turut memengaruhi kemampuan anggota DPRD dalam memperjuangkan aspirasi melalui dana pokok-pokok pikiran (Pokir).
Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena terjadi pengurangan alokasi dana Pokir akibat kebijakan efisiensi belanja daerah.
Jika sebelumnya dana Pokir yang dapat dialokasikan mencapai sekitar Rp1 miliar per tahun, kini mengalami pengurangan menjadi sekitar Rp500 juta per tahun.
“Kami mohon maaf, dana Pokir mengalami kekurangan sekitar 50 persen. Sebelumnya Rp1 miliar setahun, sekarang menjadi Rp500 juta karena adanya efisiensi belanja daerah,” jelasnya.
Meski demikian, Yerri menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menyurutkan semangat untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Reses, menurutnya, bukan sekadar agenda rutin anggota legislatif, tetapi menjadi sarana untuk memastikan persoalan yang dihadapi masyarakat dapat diketahui, dicatat dan diperjuangkan melalui kebijakan pembangunan.
0 Komentar