Kuansing Harus Bangun! Sang Intan Membutuhkan Dukungan Nyata




Kuansing -Ini bukan sekadar sebuah kompetisi, melainkan perjuangan berat seorang gadis remaja yang penuh harapan. Siapa yang tidak mengenal sosok yang lucu dan menggemaskan ini. Di usianya yang baru menginjak 16 tahun, ia telah mampu mengharumkan nama Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) khususnya, dan Provinsi Riau pada umumnya.

Sejak penampilan awal, gadis remaja ini telah menunjukkan kemampuan luar biasa. Ia membawakan lagu dengan penjiwaan yang mendalam, penuh penghayatan, dan mampu menyentuh hati para pendengarnya. Bukan hanya suara yang ia persembahkan, tetapi juga perasaan, kerja keras, dan perjuangan untuk meraih mimpi yang lebih besar lagi.

Perjalanannya tidaklah mudah. Dengan melewati berbagai tahapan kompetisi, kini ia berhasil menembus Top 12. Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi, terlebih di usianya yang masih sangat muda.

Namun, di balik pencapaian itu, muncul sebuah pertanyaan yang patut menjadi renungan bersama,sejauh mana dukungan masyarakat dan para pemangku kepentingan daerah terhadap perjuangan putri Kuansing ini?

Ketika ia berjuang membawa nama Kuansing dan Riau di panggung kompetisi nasional, dukungan yang terlihat melalui virtual gift disebut masih sangat minim. Hingga saat ini, berdasarkan informasi yang beredar, baru satu virtual gift yang menjadi sorotan, yakni D’Boss yang diberikan oleh politisi Partai Demokrat, H. Hamzah Halim.

Tentu, dukungan tidak semata-mata diukur dari besarnya hadiah atau jumlah pemberian. Namun, ketika sistem kompetisi turut ditentukan oleh virtual gift, dukungan nyata dari masyarakat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pihak tentu dapat menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan sang bintang.

Nama daerah sudah ia bawa, prestasi sedang ia perjuangkan, lalu di mana dukungan kita bersama?

Sudah saatnya masyarakat Kuansing bersatu memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing. Mari tunjukkan bahwa kita tidak hanya bangga ketika putri daerah berhasil meraih prestasi, tetapi juga hadir ketika ia membutuhkan dukungan untuk melangkah lebih jauh.

Kepada para pemimpin daerah, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat Kuansing, inilah saatnya menunjukkan kepedulian. Dukungan tidak harus selalu besar, tetapi jika dilakukan bersama-sama, semangat yang diberikan tentu akan terasa lebih berarti.

Usianya baru 16 tahun. Perjalanannya masih panjang. Jangan biarkan ia merasa berjuang sendirian ketika sedang membawa nama daerah yang kita cintai.

Mari bersatu mendukung sang intan Kuansing. Bukan hanya dengan kata-kata, tetapi juga melalui tindakan nyata.

Karena kebanggaan terhadap putra-putri daerah seharusnya tidak berhenti pada pujian, tetapi diwujudkan dalam dukungan.(HY)**


0 Komentar