Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
Tirainusantara.co.id | Kuansing– Ribuan santri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) memadati Lapangan Limuno Teluk Kuantan, Senin (26/10/2026) pagi. Mereka mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang berlangsung penuh khidmat dan semarak.
Nuansa putih mendominasi jalannya kegiatan. Para peserta laki-laki tampil mengenakan baju putih dan sarung, sedangkan peserta perempuan menggunakan gamis putih. Keseragaman busana tersebut menghadirkan suasana yang mencerminkan kebersamaan dan kekompakan keluarga besar pesantren bersama jajaran pemerintah daerah.
Upacara dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Muklisin. Sejumlah pejabat daerah turut hadir, di antaranya Ketua DPRD Kuansing H. Juprizal, Plt. Ketua TP-PKK Kuansing Nurhidayah Muniroh, S.Pd., Pj. Sekda Drs. Muradi, M.Si., Kepala Kantor Kementerian Agama Kuansing H. Suhelmon, M.A., C.QEM., Kajari Kuansing Andre, S.H., M.H., Ketua DWP Iza Marlina, S.Pd., kepala OPD, serta unsur Forkopimda.
Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan HSN tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi santri dalam membangun daerah dan bangsa.
Dalam amanatnya, Muklisin menekankan bahwa santri memiliki peran penting dalam menghadapi perkembangan zaman. Menurutnya, generasi santri harus mampu menggabungkan penguasaan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
“Jadilah santri yang membawa manfaat, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat. Santri harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan bangsa,” tegas Muklisin.
Ia juga mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan akhlak. Nilai-nilai keagamaan, katanya, harus tetap menjadi pedoman dalam kehidupan, termasuk dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Muklisin berharap santri tidak hanya menjadi generasi yang kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga mampu berinovasi, beradaptasi, serta mengambil bagian dalam berbagai sektor pembangunan.
“Santri harus menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, menguasai teknologi, dan mampu menjawab tantangan zaman. Dengan bekal tersebut, santri akan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Indonesia Emas,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Muklisin turut menyinggung perhatian pemerintah terhadap pengembangan dunia pesantren. Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di lingkungan Kementerian Agama disebut sebagai salah satu langkah untuk memperkuat perhatian, perlindungan, dan pengembangan pesantren di Indonesia.
Tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, peringatan HSN 2026 di Kuansing juga dimeriahkan dengan penampilan Marching Band Pesantren Syafa'atul Rasul. Mereka membawakan lagu Hari Santri dan Kuantan Tanah Tumpah. Penampilan nasyid dari para santri turut menambah semarak peringatan tersebut.
Melalui momentum Hari Santri Nasional, diharapkan para santri semakin termotivasi untuk menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Kuantan Singingi dan Indonesia.(HY)**
0 Komentar