Dishub Kuansing Gagas SIMPATIK, Bidik Optimalisasi PAD dan Cegah Kebocoran Retribusi Parkir

 


Tirainusantara.co.id |Kuansing – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, menggagas inovasi Sistem Informasi Manajemen Parkir Terintegrasi (SIMPATIK) sebagai upaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), mencegah potensi kebocoran retribusi, sekaligus mewujudkan pengelolaan parkir yang transparan dan akuntabel.

Gagasan tersebut disampaikan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kuansing, Subit, S.T., dalam rapat di ruang pertemuan Dishub Kuansing, Senin (02/11/2026).

Melalui penerapan SIMPATIK, pengelolaan parkir diharapkan menjadi lebih tertata, terintegrasi, dan mudah dipantau. Selain memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran, sistem ini juga dirancang menjadi instrumen pengawasan untuk meminimalkan potensi kebocoran pendapatan daerah.



Kepala Dinas Perhubungan Kuansing, Hendri Wahyudi, S.E., menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi tersebut. Menurutnya, digitalisasi pengelolaan parkir merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi PAD dari sektor perhubungan.

"Kami memberikan apresiasi kepada Pak Kabid Subit beserta seluruh jajaran yang telah menggagas inovasi ini. Ini merupakan langkah nyata untuk membenahi tata kelola perparkiran. Harapan kita, melalui sistem yang lebih transparan dan terukur, kontribusi sektor perhubungan terhadap PAD Kuansing dapat terus ditingkatkan," tegas Hendri.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfoss) Kuansing, Hevi Heri Antoni, S.Sos., M.Si., menilai inovasi SIMPATIK sejalan dengan arah kebijakan Plt. Bupati Kuansing, H. Muklisin, dalam mendorong percepatan transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing.

Menurut Hevi, digitalisasi bukan sekadar menghadirkan aplikasi atau sistem baru, tetapi harus mampu memperbaiki tata kelola pemerintahan, meningkatkan transparansi, serta memberikan kemudahan dan kepastian pelayanan kepada masyarakat.

"Kami menyambut baik inovasi Dishub ini. SIMPATIK merupakan bagian dari upaya percepatan digitalisasi pemerintahan. Jika dikelola dengan baik, sistem ini tidak hanya membantu meningkatkan PAD, tetapi juga memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan retribusi parkir," ungkap Hevi.

Meski demikian, Hevi mengingatkan agar sebelum diterapkan secara menyeluruh, seluruh jajaran Dishub terlebih dahulu memahami dan menguasai sistem serta dashboard SIMPATIK secara menyeluruh.

"Jangan sampai sistem sudah diterapkan, tetapi petugas belum sepenuhnya memahami cara mengoperasikannya. Penguasaan dashboard oleh staf Dishub menjadi penting agar ketika terjadi kendala teknis di lapangan, petugas dapat segera memberikan bantuan, baik kepada juru parkir maupun masyarakat sebagai pengguna layanan," jelasnya.

Ia menegaskan, Kominfoss siap mendukung dan mengawal proses digitalisasi tersebut, terutama melalui koordinasi teknis serta penguatan pemanfaatan teknologi informasi.

"Kita ingin inovasi ini tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi benar-benar dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata. Dishub fokus pada pengelolaan dan optimalisasi PAD, sementara Kominfoss siap mendukung dari sisi digitalisasi dan teknologi informasi. Dengan sinergi ini, kita berharap SIMPATIK segera terwujud dan menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan publik di Kuansing," tutup Hevi.

(HY)**

0 Komentar