Tragis, Satu Orang Tewas Usai Beradu Kambing di Desa Jake Kuansing
9/22/2025 04:51:00 AM
BUKITTINGGI — 3.800 pelari dari berbagai daerah siap memadati gelaran Minang Geopark Run 2026 yang berlangsung pada 1 November 2026. Memasuki tahun kesembilan penyelenggarannya, ajang yang terbagi dalam kategori 5K, 10K, dan 21K ini tidak sekadar menjadi ajang adu ketahanan fisik, melainkan sebuah gerakan bersama untuk memperkuat langkah Sumatera Barat meraih predikat UNESCO Global Geopark.
Salah satu penggagas acara, Idris Saputra, mengungkapkan bahwa ide kegiatan ini telah dirancang sejak 2018 bersama Ramlan Nurmartias. Ia menegaskan Minang Geopark Run mengusung misi sosial: memuliakan bumi, menjaga kelestarian alam, serta menyejahterakan masyarakat di sekitar kawasan geopark.
"Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah yang paling siap memenuhi kriteria nasional dan syarat pengajuan ke UNESCO berkat tiga destinasi unggulannya, yaitu Maninjau, Pandai Sikek, dan Ngarai Sianok," jelas Idris. Dukungan kapasitas akomodasi hotel di Bukittinggi pun menjadi modal kuat untuk menyambut para pelari dan wisatawan.
Meski demikian, Idris menekankan pentingnya sinergi dengan pimpinan daerah untuk menghadapi tantangan seperti potensi bencana alam dan pemulihan pascapandemi yang sempat menurunkan angka kunjungan wisata. "Melalui keterlibatan masyarakat secara langsung, warga lokal dapat merasakan dampak positif secara ekonomi maupun lingkungan," tambahnya.
Mendorong Ekonomi Lokal dan Infrastruktur
Perlombaan utama dijadwalkan mengibarkan bendera start pukul 06.30 WIB untuk kategori 21K, disusul kategori 10K, serta dihadiri oleh Bima Arya sebagai tamu undangan. Untuk mendukung kelancaran operasional senilai Rp325 juta, panitia menggalang sponsor tambahan seperti BNI dan Bimanta, sembari menyiapkan antisipasi terhadap potensi dinamika cuaca.
Sekretaris Daerah Agam, Lutfi, yang hadir mewakili Bupati Agam, menyambut hangat ajang ini sebagai momentum penting pemberdayaan masyarakat di kawasan Agam dan Bukittinggi. Menanggapi penurunan wisatawan pada tahun 2025 akibat bencana dan kendala akses jalan, ia menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur terus diprioritaskan.
"Minang Geopark Run menjadi angin segar untuk menggairahkan kembali pariwisata. Pelari dapat menikmati keindahan alam, mencicipi kuliner khas, dan langsung menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM, sektor transportasi, hingga perhotelan," ujar Lutfi.
Dalam konferensi pers, Ramlan Nurmartias menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh panitia, sponsor, pemerintah daerah, dan masyarakat yang mendukung acara ini. Selain perlombaan utama, kemeriahan juga diisi dengan kegiatan fun run mengelilingi Jam Gadang sebagai bagian dari peringatan hari jadi ikon bersejarah tersebut.
Evaluasi Pelayanan Demi Kenyamanan Peserta
Di tengah antusiasme yang tinggi, panitia menunjukkan komitmen terhadap transparansi dan kualitas penyelenggaraan dengan merespons masukan dari para peserta, khususnya yang berasal dari luar Sumatera Barat. Adanya kendala antrean panjang menjadi catatan evaluasi penting bagi pihak penyelenggara.
Panitia berkomitmen untuk membenahi sistem pelayanan pada gelaran mendatang, salah satunya melalui pemanfaatan teknologi digital dan optimalisasi manajerial sumber daya agar alur kegiatan berjalan lebih cepat, teratur, dan nyaman bagi semua pihak.
Melalui perpaduan antara olahraga, konservasi lingkungan, dan penguatan ekonomi lokal (empowerment UMKM), Minang Geopark Run 2026 diharapkan menjadi titik balik kebangkitan pariwisata Sumatera Barat menuju panggung internasional.
0 Komentar